MAKASSAR, Linisiar.id – Pengusaha bidang peternakan mendesak sejumlah kementerian yang menjadi pemangku kepentingan di sektor tersebut, bersinergi dengan melakukan koordinasi antar lembaga.
Mereka menilai, selama ini beberapa kebijakan kementerian saling tumpang tindih atau bertabrakan, sehingga membuat peternak bingung.
Pengusaha ternak ayam asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Patahuddin, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Peningkatan Kesehatan Hewan di Provinsi Sulsel, Makassar, Kamis (13/2/2020).
Patahuddin yang juga legislator DPRD Sidrap tersebut mencontohkan, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan menginginkan produktivitas ayam dan telur terus ditingkatkan.
Sementara, Kementerian Kesehatan di saat yang bersamaan juga mensosialisasikan bahaya mengkonsumsi ayam dan telur.
“Hal seperti ini yang kerap membuat kami bingung. Saya kira antar lembaga kementerian sebaiknya berkoordinasi sebelum menerapkan program ke masyarakat,” ujarnya.
FGD ini merupakan program Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel. Dilaksanakan untuk menyerap aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan peternakan termasuk lembaga terkait dan pelaku usaha.
Hadir dalam kegiatan tersebut pihak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, organisasi pangan PBB Food and Agriculture Organization (FAO), US Agency of International Development (USAID) dan pelaku usaha dalam bidang peternakan di Sulawesi Selatan.
Saat ini Provinsi Sulawesi selatan merupakan wilayah dengan populasi unggas cukup besar, berdasarkan data BPS tahun 2017, jumlah unggas ayam ras petelur di Sulsel 12 juta ekor, 6 juta ekor diantaranya terkonsentrasi di Sidrap.
Editor: Rizal P












