Sabtu, September 24, 2022

Proyek Jembatan Pattiro Tanpa Progres Berarti

Populer

MAROS, LINISIAR.ID — Proyek Jembatan Pattiro yang berada di Kecamatan Tompobulu, Maros kini tanpa progres berarti. Terkesan mangkrak dan tidak ada kepastian kelanjutan.

Masyarakat di sekitar proyek pun menagih komitmen pemerintah untuk merealisasikan jembatan yang sangat dibutuhkan tersebut. Terlebih lagi, saat ini warga hanya mengandalkan jembatan gantung seadanya yang ketika air sungai naik, warga tidak bisa lagi melintas.

Warga Tompobulu, Sanjaya mengaku sangat kesulitan jika hanya melintas pada jembatan gantung yang ada saat ini. “Saya baru-baru dari sana, terpaksa hanya lewat jembatan gantung di bagian bawah itu,” keluhnya, Kamis, 7 Juli 2022.

Sanjaya mengaku heran dan mempertanyakan komitmen pemerintah untuk mengawal penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, pemerintah harusnya bisa menjamin jembatan ini selesai dan dinikmati masyarakat.

“Saya tidak tahu bagaimana itu nanti jembatan. Kan sudah ada pekerjaan pasti sudah ada uang pemerintah digunakan di sana, masa dibiarkan terbengkalai,” kritiknya.

Pantauan di lokasi Kamis, 7 Juli 2022, proyek tersebut sudah terpasang rangkanya. Rangka baja terlihat kokoh, namun belum seluruhnya dibaut untuk menguatkan posisi rangka baja.

Material bangunan seperti semen, pasir, besi, dan lainnya tidak lagi terlihat di lokasi. Menurut warga yang tinggal dekat proyek, Sakking, sudah sekitar lima bulan pekerja tidak lagi terlihat untuk melakukan pekerjaan.

“Tidak ditahu kenapa juga tidak bekerja lagi, padahal sudah terpasang besi besarnya,” ujar berpostur tinggi kurus tersebut.

Sakking sekaligus mengeluhkan rumah yang terdampak proyek, namun tidak diganti rugi oleh pemerintah. “Saya sudah tinggal di tanah saya sejak tiga tahun lalu. Tiba-tiba datang PU ukur katanya mau buat jembatan dan saya terpaksa digeser,” keluhnya.

Data yang dihimpun, proyek Jembatan Pattiro, Kecamatan Tompobulu Maros ini sudah masuk tahap III. Kontrak tahap III berlangsung sejak 18 Agustus 2021 dan berakhir 25 Desember 2021.

Nilai pekerjaan tahap III ini sebesar Rp2,4 miliar lebih. Dikerjakan oleh CV Rifki Bintang Perkasa. Sayangnya, hingga masa kontrak habis proyek tak kunjung selesai.

Malahan, kontraktor diduga lari dari tanggung jawabnya. Sayangnya lagi, Pemkab Maros terutama Dinas PU tidak melakukan warning keras dan terkesan membiarkan proyek terbengkalai.

Kepala Dinas PU Maros, Muetazim Mansyur yang coba dikonfirmasi tidak bisa memberikan jawaban. Berkali-kali dihubungi lewat telepon, namun tidak pernah dijawab.

Salah seorang yang terkait dengan proyek tersebut yang enggan disebutkan namanya mengaku jika memang proyek ini pernah diatensi Dinas PU. Diperpanjang namun tidak ada permohonan perpanjangan dari kontraktornya.

“Pak Bupati juga pernah panggil kontraktor, meminta agar pekerjaan diselesaikan. Nah jika memang tidak bisa, maka kontraktor diminta menghitung nilai material yang digunakan pada proyek, kemudian PU membayar. Itu pesan bupati, tetapi sampai sekarang tidak direalisasikan,” katanya. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru