MAKASSAR, LINISIAR.ID – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memaparkan perkembangan program Multiyears Project (MYP) infrastruktur jalan Paket 1 senilai Rp430 miliar per 10 Mei 2026.
Program pembangunan infrastruktur jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 2025-2027 itu mencakup 14 ruas jalan yang tersebar di Kota Makassar, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai.
Andi Sudirman menyebut pelaksanaan proyek tersebut menunjukkan progres signifikan terhadap peningkatan kemantapan jalan di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pengerjaan ruas jalan strategis dilakukan secara bertahap untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur jalan ini menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung aksesibilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Andi Sudirman, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan progres beberapa ruas jalan dalam Paket 1, di antaranya ruas Jalan Hertasning yang telah mencapai 64,34 persen.
Sementara itu, progres ruas Jalan Burung-Burung menuju Bili-bili telah mencapai 66,35 persen.
Kemudian, ruas Jalan Aroepala mencatat progres pengerjaan sebesar 10,91 persen.
Untuk ruas Jalan Tun Abdul Razak, saat ini masih berada pada tahap pemasangan precast U-Ditch atau instalasi saluran drainase beton pracetak.
Selanjutnya, ruas Tanete-Tanaberu telah mencapai progres 12,43 persen.
Adapun progres pengerjaan ruas Jalan HM Yasin Limpo berada pada angka 34,95 persen.
Sementara ruas Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai mencatat progres sebesar 17,47 persen.
Andi Sudirman mengatakan seluruh progres pengerjaan terus dipantau agar pekerjaan berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta seluruh pihak terkait menjaga mutu pekerjaan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Program MYP Infrastruktur Jalan menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas konektivitas antar daerah.
Selain itu, program tersebut juga ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Insya Allah, kita terus kawal agar pengerjaan berjalan maksimal dan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.












