Kamis, Desember 9, 2021

Persakmi Komitmen Jadi Ujung Tombak Eliminasi TB di Palopo

Populer

PALOPO, LINISIAR.ID – Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) berkomitmen menjadi organisasi ujung tombak dalam eliminasi atau pengurangan jumlah penderita tubercolosis (TB) di Kota Palopo.

“Kehadiran kami ingin menjalankan program yang telah dirancang dan ingin menjadi ujung tombak bagi kesehatan masyarakat,” kata Ketua Panitia Pelantikan Pengurus Cabang Persakmi Palopo periode 2020-2024, Muhammad Suharsono.

Pelantikan yang dilaksanakan bersama seminar nasional kesehatan bertema ‘Peran Persakmi dalam Eliminasi TB 2030’ itu dilaksanakan di Gedung Ratona Palopo, Sabtu (20/11/2021).

Ia menjelaskan, Persakmi menginginkan warna baru, dengan lebih menggenjot program-program sehingga peran organisasi lebih dapat dirasakan oleh masyarakat.

Untuk itu, konsolidasi pengurus akan segera diefektifkan. Jajaran kepengurusan tahun ini yakni terdiri dari 40 orang, di antaranya berasal dari para kepala puskesmas. 9 dari 11 pengelola puskesmas di Palopo berada di organisasi ini.

Ketua umum sendiri dijabat San Ansari, sementara Wakil Ketua 1 Persakmi merupakan Wakil Rektor 1 Universitas Megabuana dan bendahara dijabat oleh Kepala Puskesmas Wara Utara.

“Ini merupakan spirit yang luar biasa, semoga dengan komposisi ini apa yang diharapakan untuk menghidupkan Persakmi sebagai langkah awal bukan hanya seremonial saja, namun terus bekerja untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Atas pelantikan tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kota Palopo, Ishak Iskandar memberikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih.

Menurutnya, pelantikan pengurus yang dilakukan hari ini, memberi tanda bahwa semua  anggota, baik ketua, dan anggota berkomitmen melakukan kegiatan positif terhadap  gangguan-gangguan kesehatan yang di alami oleh masyarakat.

Ia juga menyampaikan masih banyak gangguan kesehatan pada masyarakat Kota Palopo, yang perlu dibantu oleh anggota Persakmi.

“Saat ini masalah TB yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia berharap, selain upaya mengeliminasi gangguan kesehatan TB, pencegahan Covid 19 juga dimasukkan dalam agenda kerja Persakmi ke depan.

“Saya juga berharap Persakmi dapat melakukan kerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat, agar tumbuh kesadaran hidup sehat, baik melalui pendekatan keluarga, komunitas,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Daerah Persakmi Provinsi Sulawesi Selatan, Sukri Palutturi.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru