Metro  

Penumpang Arus Balik Hari Terakhir di Sulsel Diperkirakan 600 Ribu Jiwa 

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID — Pelaksana harian Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Aruddini, menyatakan, total pemudik di Sulsel berjumlah 1,5 orang pada masa libur Idul Fitri tahun 2022 ini.

Ia menjelaskan, berdasar pemantauan tanggal 5 Mei jumlah penumpang arus balik diperkirakan 250 ribu jiwa. Jumlah yang sama diperkirakan juga terjadi di tanggal 6 dan 7 Mei. Sedangkan pada 8 Mei diperkirakan 500-600 ribu jiwa.

“Kemungkinan masih ada yang tinggal, kita memprediksi tanggal 8 Mei itu 500-600 ribu jiwa,” katanya dalam rapat koordinasi Arus Balik Tahun 2022 Gubernur bersama Fokopimda Sulsel di Baruga Karaeng Pattingaloang, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (5/5/2022).

Rapat ini juga dihadiri instansi vertikal. Sementara sejumlah bupati dan wakil bupati, Dandim, Kapolres dan Kajari dari kabupaten masing-masing, mengikuti secara virtual dari kantor bupati masing-masing.

Demikian juga dengan camat/muspika, lurah dan kepala desa dari kabupaten yang juga mengikuti secara virtual.

Sementara, Andi Sudirman menjelaskan, tahun ini pemerintah telah memberikan kemudahan bagi warga untuk mudik lebaran di masa pandemi Covid-19. Setelah penanganan arus mudik, setelah lebaran selanjutnya dilakukan adalah penanganan arus balik yang puncaknya diprediksi pada 7 dan 8 Mei 2022.

“Ada momentum lagi kita harus hadapi setelah arus mudik. Yaitu arus balik, waktunya tidak dapat kita prediksi. Kalau arus mudik kemarin ada yang balik detik-detik terakhir sebelum lebaran. Ada jauh hari sebelum lebaran dan setelah lebaran. Dan arus balik ini, yang bisa diprediksi ada puncak arus balik yang bisa terjadi pada tanggal 7 atau 8 Mei,” katanya.

Pembahasan rapat ini juga menekankan titik-titik kerawanan terjadi kemacetan termasuk berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Data dari Polda Sulsel dari 28 April hingga 4 Mei terjadi 49 kecelakaan lalu lintas.

“Jumlah kecelakaan sudah 49 ini termasuk angka ini tinggi sebenarnya, kalau kita lihat angka ini dengan durasi yang tidak terlalu panjang,” sebut Andi Sudirman Sulaiman.

Instansi terkait bersama kepolisian diminta untuk dapat melakukan rekayasa lalu lintas pada daerah kemacetan, jalur keluar dan masuk bandara, terminal dan tempat wisata.

Rekayasa lalu lintas dapat berupa pemberlakuan sistem satu arah dan Contra flow, mengatur jam operasional bus dan truk pada ruas jalan dan trayek tertentu.

“Poin-poin penting titik kerawanan dan juga beberapa truk kita larang untuk berlalu lalang pada pada arus mudik dan balik ini. Di masa puncak-puncak mudik kita larang dulu mobil gede di wilayah akses tertentu,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak serentak melakukan perjalanan mudik pada puncak mudik di hari Minggu, 8 Mei 2022. Selain itu, berharap pemudik tetap menjaga kesehatan, tetap fit dan bugar, untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan persyaratan perjalanan orang sesuai ketentuan.

“Pertama aman dan sehat, menjaga kondisi imun dan ketiga bagaimana mereka menjaga kondisi fit kebugaran waktu mudik dan jangan berdesakan di puncak akhir-akhir tetapi bagaimana mengatur waktu balik,” sebutnya.

Sementara Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, dalam pelaksanaan penanganan arus mudik ini merupakan juga bagian dari Operasi Ketupat 2022 dari 28 April hingga 9 Mei 2022.

Beberapa hal disampaikan, seperti hingga 4 Mei, gangguan Kamtibmas yang terjadi 81 kasus pencurian, penganiayaan/pengeroyokan, penipuan dan narkoba.

Jumlah total personil yang diturunkan 5.424 orang. Mereka disebar di sejumlah titik rawan arus balik, yakni di Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Jalan Poros Camba Maros, dan di Jembatan Kembar, Pasar Panciro, Kalukuang Boka Pertigaan Limbung, di Kabupaten Gowa.

Selain itu, di Pertigaan Jalan Diponegoro dan Pertigaan Tope Jawa, Kabupaten Takalar, serta di Jembatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto .

Kapolda mengapresiasi program Mudik Gratis yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel.

“Salah satu cara bertindak yang dilakukan oleh Pak Gub dengan melakukan langkah untuk mengurangi masyarakat menggunakan kendaraan dan tidak menambahkan kemacetan dengan mudik gratis,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *