Jumat, Februari 26, 2021

Pengusaha Tahu di Luwu: Jika Harga Kedelai Naik Lagi Saya akan Tutup Usaha

Populer

LUWU, Linisiar.id – Usaha tahu yang berada di Desa Bakti, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu diperkirakan akan tutup jika harga kedelai semakin melonjak tinggi.

Hal itu secara langsung dikatakan sang pemilik usaha, Harianto.

“Harga kedelai sekarang melonjak tinggi dulu Rp 7.000-8.000 perkilogram, namun mendekati tahun baru dan setelah tahun baru seharga naik menjadi Rp 10 ribu perkilogram. Dulu Rp 370 ribu perkarung, sekarang melonjak tinggi sampai Rp 500 ribu perkarungnya,” kata Harianto kepada Linisiar.id, Rabu, (6/1/2021).

Dia mewanti-wanti, jika harga kedelai kedepannya akan naik lagi maka usaha tahu tersebut akan diperkirakan tutup untuk sementara waktu sampai harga kedelai kembali normal.

Dia menambahkan bahwa usaha tahu tersebut baru didirikan empat bulan lalu. Produknya pun dipasarkan ke beberapa daerah di Kabupaten Luwu, masyarakat sekitar, juga ke Palopo.

“Tahu basah biasanya saya jual satu itu Rp 200,- yang berukuran 3,5 cm dan ukuran 6 cm itu harganya Rp 500,-, sedangkan tahu yang sudah digoreng itu harganya naik Rp 50,- dari tahu basah. Pendapatan sehari usaha ini sekitar Rp 300-400 ribu,” tambahnya.

Usaha tahunya itu dimulai pada masa covid-19 dengan bahan utama pembuatan tahu yaitu kedelai yang dibeli dari Makassar. (Fate)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru