MAKASSAR, LINISIAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat langkah strategis dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding) menggunakan teknologi Portable X-Ray.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam mendukung pencapaian target Eliminasi TBC pada tahun 2030.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penanganan TBC memerlukan respon cepat, tepat, dan menjangkau hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Penggunaan inovasi teknologi medis seperti Portable X-Ray diharapkan dapat memotong rantai penularan TBC melalui deteksi dini yang lebih akurat.
“TBC adalah masalah kesehatan serius yang harus kita selesaikan bersama. Melalui teknologi Portable X-Ray, kita bisa melakukan skrining langsung ke lapangan, menjangkau kelompok berisiko tinggi, serta mempercepat penemuan kasus agar pasien segera mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” tegas Andi Sudirman di Makassar, Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati, Sp.KK., M.Kes., menjelaskan bahwa Portable X-Ray memungkinkan petugas kesehatan melakukan rontgen dada secara fleksibel di luar fasilitas pelayanan kesehatan formal, seperti di pemukiman padat penduduk, rutan/lapas, tempat kerja, hingga wilayah terpencil.
“Inovasi ini sangat membantu dalam meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC. Hasil rontgen dapat diketahui secara cepat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga terduga TBC bisa langsung dirujuk untuk pemeriksaan dahak konfirmasi tes cepat molekuler (TCM),” ujar dr. Evi.
Dinas Kesehatan Sulsel mencatat bahwa dengan ditemukannya kasus lebih awal, potensi penularan di tingkat keluarga dan masyarakat dapat ditekan secara signifikan. Pemprov Sulsel juga menjamin ketersediaan obat TBC secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah.
Melalui sinergi antara Pemprov Sulsel, Pemerintah Kabupaten/Kota, kader kesehatan, serta berbagai mitra pembangunan, gerakan skrining TBC berbasis komunitas ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Sulawesi Selatan Bebas TBC 2030. (*)













