Jumat, Oktober 22, 2021

Pejabat Pemprov Sulsel dibekali Kisah Nabi Khadir dan Nabi Musa dalam Bekerja dengan penuh amanah

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menggelar Kajian Online dengan menghadirkan Ustadz Dr Firanda Andirja, yang mengangkat kajian berjudul Kisah Nabi Khaidir Alaihi Salaam dan Nabi Musa Alaihi Salaam.Senin (20/9/21).

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan pelaksanaan kajian online ini digelar untuk memberikan bekal kepada para pegawai di Pemerintahan Provinsi Sulawesi.

“Kajian ini untuk memberikan bekal kepada ASN pemprov sulawesi Selatan terkait kisah Nabi Khaidir dan Nabi Musa yang patut diambil pelajaran, khususnya dalam berprilaku menjalankan amanah dalam bekerja,”ungkapnya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman juga meminta kepada Ustadz Firanda untuk memberikan nasehat kepada para pejabat dan jajaran pegawai Pemprov Sulsel dalam bekerja menjalankan amanah untuk masyarakat Sulawesi Selatan.

“Harapan kita ini menjadi nasehat untuk kita semua bagaimana kita menjalankan amanah. Bagaimana nasehat untuk kita terkait masyarakat banyak yang meminta kita jalankan, sementara tidak semua bisa kita jalankan yang mana yang kita dahulukan,” ucapnya.

Ustadz Firanda mengangkat kisah Nabi Musa yang melubangi sebagian badan kapal yang ditumpanginya untuk menyelamatkan kapal tersebut dari penjarahan kapal yang bagus yang dilakukan oleh seorang raja.

“Kisah ini mengajarkan kita untuk melakukan mudharat kecil untuk menghindari terjadinya mudharat yang besar,” katanya.

Kisah lainnya yang patut menjadi pelajaran, kata Ustadz Firanda, yakni kisah Nabi Khaidir yang membunuh seorang anak kecil. Perilaku Nabi Khaidir ini pun dipertanyakan oleh Nabi Musa.

Perilaku Nabi Khaidir ini atas petunjuk Allah Subhana Wa Ta’ala, menurut kisah tersebut, kata Ustadz Firanda, karena kelak anak kecil itu menjadi dewasa akan membawa kesesatan kepada kedua orang tuanya yang merupakan orang tua yang beriman. Sehingga, anak kecil itu dibunuh dan Nabi Khaidir mendoakan orang tuanya mendapatkan anak yang lebih baik dan lebih beriman.

“Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran tentang kesabaran kita menghadap musibah. Bahwa dibalik musibah yang dialami ada hikmah yang lebih baik yang akan diperoleh,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru