Senin, Juni 14, 2021

Legislator DPRD Sulsel, Fadriaty Asmaun Gelar Konsultasi Publik Pengendalian Sampah Regional

Populer

Luwu, Linisiar.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Fadriaty Asmaun, gelar konsultasi publik Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) tentang Pengendalian Sampah Regional.

Kegiatan tersebut berlangsung di D’Biru Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Senin (31/5/2021).

Fadriaty Asmaun dalam sambutannya mengatakan kalau seluruh hasil dari masukan konsultasi publik ini akan diserahkan ke Bapemperda DPRD Sulsel, kemudian ditunjuk lembaga untuk menyususun naskah Akademik Ranperda.

“Ranperda Persampahan Regional ini disusun agar ada harmonisasi antara setiap kabupaten terkait pengelolaan persampahan,” ucapnya.

Lanjutnya, legislator Partai Demokrat itu juga menjelaskan kalau kita lekatkan Regional dalam penyusunan Ranperda regional untuk sinkronisasi antar kabupaten.

“Saya berharap agar seluruh elemen masyarakat betul-betul bisa memperhatikan terkait persampahan karena persoalan sampah ini akan sampai ke anak cucu kita nantinya,” katanya.

Sementara itu Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Ansar Subu yang hadir sebagai narasumber menambahkan kalau dengan adanya peningkatan penduduk sekarang maka akan terjadi peningkatan, untuk tahun ini timbunan sampah mencapai 165 ribu meter kubik.

“Ini menjadi tantangan bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu namun juga sangat dibutuhkan dukungan penuh dari masyarakat, khususnya kesadaran tentang membuang sampah,” ucapnya.

Sedangkan dari akademisi, Dr. Suedi, M. Si yang juga hadir sebagai Narasumber mengatakan kalau salah satu cara untuk menangani persoalan sampah yakni sampah harus dipandang sebagai komoditi, sehingga bisa menghasilkan uang.

“Bagaimana caranya, ya salah satunya dengan pendekatan tekhnologi, misalnya pengolahan sampah menjadi energi”, jelasnya.

Konsultasi publik tersebut digelar guna untuk menerima masukan dari semua kalangan guna bahan terkait pembuatan Ranperda yang serentak dilakukan oleh 85 Anggota DPRD Sulsel, selama tiga hari mulai Sabtu sampai Senin.

Konsultasi Publik ini dihadiri oleh unsur PNS diantaranya Kepala Desa, Aparat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, LSM, OKP, Pemerhati Lingkungan dan para jurnalis.

Sekadar informasi, Konsultasi publik tersebut dilakukan tiga kali dalam satu tahun. (Fatmawati)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru