Senin, September 27, 2021

Kembalikan Kejayaan Udang Windu, Plt Gubernur Sulsel Tabur Benih di 1000 ha Tambak

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku, bahwa udang windu menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman saat melakukan penaburan 30 ribu benih udang windu dan panen ikan kakap di Jampue, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Jumat sore, 20/8.

Plt Gubernur Sulsel mengatakan udang windu menjadi rumusan bersama untuk mengembalikan kejayaannya.

“Kita prioritaskan bagaimana udang windu karena menjadi rumusan bersama bagaimana kita mengembalikan kejayaan udang windu. Mudah-mudahan kakap dan udang windu dari Lanrisang yang terkenal,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan itu, Plt Gubernur Sulsel melalui Dinas Perikanan dan Kelautan menggelontorkan anggaran Rp 1,5 Miliar untuk benur udang windu di Pinrang. Pada kawasan Pandawa-1000 ini bekerjasama dengan UMI dan BMKG untuk pemasangan alat yang dapat mendeteksi perubahan cuaca dan kualitas air.

“Setelah kita seleksi, dari 10 Kabupaten/Kota, kita akhirnya memilih Pinrang. Dan kita dorong itu. Bagaimana udang windu ini pekerjaan bersama. Bagaimana kita sinergikan dengan perguruan tinggi, stakeholder terkait, dan petani. Kalau perlu ada TNI-Polri yang bekerja bersama-sama untuk mengawasi,”Tuturnya.

Bahkan sebagai wujud keseriusan Andi Sudirman, dirinya pun menginstruksikan Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel untuk memantau langsung budidaya udang.

Sementara itu, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengatakan, bahwa kehadiran Plt Gubernur Sulsel sangat dinantikan oleh masyarakat Lanrisang.

“Penebaran benur ini juga untuk menguji kreativitas orang Pinrang yang bisa memadukan antara ikan Kakap dan udang windu,” katanya

Diketahui, Penaburan beni berada diLokasi tambak di kawasan pengembangan budidaya udang windu 1000 hektar ramah lingkungan (Pandawa-1000). Pandawa-1000 merupakan inovasi pengembangan budidaya udang windu (penaeus monodon) berbasis kawasan (ecosystem approach to aquaculture) dan teknologi adaptif lokal pada areal seluas 1.011,6 hektar di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.

Hadirnya Pandawa-1000 untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998. Teknologi adaptif yang dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly) tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan sesuai dengan standar Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP) untuk menghasilkan udang windu jenis eco-shrimp kualitas premium terbaik di Indonesia berdasarkan British Retail Consortium (BRC) yang dipasarkan ke Jepang melalui Alter Trade Japan (ATJ).

Dalam teknologi Pandawa 1000 dilakukan pelibatan stakeholder multi helix dari sektor hulu hingga hilir. Dengan melibatkan 733 orang pembudidaya di Lanrisang dengan target produksi rata-rata 300 kg/musim tanam. Adapun benur yang akan ditebar pada kawasan untuk 1000 ha ini sebanyak 30 juta ekor atau 30 ribu benur per hektar.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, Anggota DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati,para unsur Forkopimda Pinrang.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru