Palopo, Linisiar.id – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Cabang Palopo menggelar ngabuburit online, Minggu (25/4/2021).
Ngabuburit online ini berbincang tentang “Perempuan Dalam Pembangunan Politik” oleh Pengurus HMI Tarbiyah IAIN Palopo dengan menggunakan on google meet.
Bertindak selaku moderator, Nita Sampe Padang, selaku Sekretaris Umum HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Cabang Palopo.
Sementara nara sumbernya Dewi Valentin, selaku Sekretaris Umum HMI Komisariat FISIP Cabang Pontianak.
Dewi Valentin dalam paparannya menjelaskan, ada tiga pendekatan terhadap studi perempuan, yakni WiD (Women in Development), WaD (Women and Development), dan GaD (Gender and Development) (Mosse, 1996).
WiD approach timbul pada awal tahun 1970-an dalam publikasi publik.
Fokus WiD adalah para egaliter dan penetapan desain strategi pembangunan yang dapat mengurangi kerugian perempuan di sektor produktif dan mengakhiri diskriminasi.
Dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya WiD merupakan strategi dan diskursus developmentalism untuk melanggengkan dominasi dan penindasan perempuan di Dunia Ketiga, melalui upaya penjinakan (cooptation) dan pengekangan (regulation) perempuan.
Berarti pada dasarnya menghindari upaya emansipasi. Oleh karena itu, WiD diragukan mampu memacu proses transformasi.
Lanjutnya, WaD approach timbul pada pertengahan tahun 1970-an dan dipengaruhi oleh neo marxist feminist approach.
Fokus utama dari pendekatan ini adalah melihat pada hubungan perempuan dalam proses pembangunan. Proses pembangunan sering menyebabkan marginalisasi kaum perempuan.
Ini disebabkan adanya struktur sosial, ekonomi, dan politik yang tidak adil di masyarakat.
“Sedangkan GaD approach muncul pada tahun 1980-an dan pendekatan ini sangat dipengaruhi oleh socialist feminist approach,” katanya.
Pendekatan ini dikenal sebagai upaya pemberdayaan perempuan. GaD lebih melihat perempuan sebagai agen perubahan daripada objek yang pasif dalam pembangunan.
Oleh karena itu, perempuan harus mampu mengorganisir dirinya dalam proses pembangunan. (*)












