Sabtu, September 24, 2022

Hendak Buka Prodi Gizi Klinik, FK Unand Benchmarking ke FK Unhas

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Tim Program Pendidikan Ilmu Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, Sumatera Barat, melakukan benchmarking ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK-Unhas), Makassar. Rombongan tim FK Unand langsung diterima Dekan FK Unhas Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD-KGH, Sp.GK(K), di kantornya, Dekanat FK Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (20/7/2022).

Kegiatan benchmarking ini merupakan rangkaian program benchmarking yang dijalankan oleh FK-Unand dalam rangka proses pembukaan Program Studi Ilmu Gizi Klinik FK-UNAND. Dalam kunjungan ini, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas datang bersama Guru Besar Ilmu Gizi Klinik Prof. Dr. dr. Delmi Sulastri, MS, SpGK.

Dalam keterangannya, Prof Haerani menyampaikan salah satu tujuan pertemuan ini guna memberikan penjelasan singkat kepada tim FK-Unand sebelum berkunjung ke SMF/KSM Prodi Gizi Klinik di RS Unhas.

“Diharapkan dalam kegiatan ini tim Benchmarking dapat mengetahui lebih banyak tentang bagaimana idealnya proses pembukaan Prodi Gizi Klinik,” ujar Prof Haerani.

Prof. Haerani juga menyebutkan bahwa Program Pendidikan Ilmu Gizi Klinik FK Unhas merupakan departemen yang memiliki akreditasi A dengan nilai tertinggi di antara berbagai program studi di FK-UNHAS. Bahkan Program Pendidikan Ilmu Gizi Klinik FK Unhas telah menjalani proses akreditasi internasional ASIIN.

“FK unhas merupakan pilihan yang tepat sebagai salah satu contoh bagi FK-Unand dalam membuka Program Pendidikan Ilmu Gizi Klinik,” pungkas Prof Haerani.

Sementara menurut ketua tim Benchmarking yang juga Dekan FK Unand, Dr. dr. Afriwardi, mengatakan: salah satu tujuan kedatangan tim FK-Unand adalah untuk menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan FK-Unhas yang dapat menunjang proses visitasi dan konsultasi dengan rekan-rekan FK-Unhas terkait pembukaan Program Studi Ilmu Gizi Klinik FK-Unand.

dr. Afriwardi mengungkapkan bahwa assessor menyarankan FK-Unand untuk melakukan benchmarking minimal di 3 centre sebagai pembanding terkait pembukaan program studi baru.

“Dalam hal ini FK-Unand memilih Unhas menjadi salah satu centre yang dikunjungi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam proses pembukaan program studi ilmu gizi klinik,” ungkap Dr Afriwardi.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D., Sp.GK(K) yang juga merupakan ketua bidang akreditasi di Kolegium Gizi Klinik sebagai pengurus dalam hal pemberian rekomendasi dari kolegium menjelaskan bahwa Unhas termasuk salah satu universitas di Indonesia Timur yang diberi tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan dalam program percepatan pemenuhan dokter dan dokter spesialis.

“Sejumlah 25% dari peserta program pendidikan dokter spesialis di Unhas mendapatkan beasiswa baik dari kementerian ataupun dari daerah yang nantinya akan siap bekerja di daerah yang masih membutuhkan,” jelas dr. Agussalim.

Sedangkan menurut Manajer Program Pendidikan Dokter Spesialis, Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musbah, Sp.An, KMN-FIPM, pola penerimaan mahasiswa di Unhas sudah terintegrasi di level universitas, fakultas, hingga departemen tiap program studi. Proses rekrutmen sangat melibatkan departemen program studi terkait dalam menentukan syarat umum dan khusus dari calon peserta.

Hal ini dikarenakan tiap departemen dianggap paling memahami karakter dan syarat calon peserta yang sesuai dengan masing-masing program studi melalui penentuan syarat pendaftar, proses wawancara, tes keilmuan, hingga memberikan usulan penerimaan peserta ke tingkat fakultas maupun rektorat.

Dalam pertemuan ini, Prof.Dr.dr. Nurpudji Astuti Daud, MPH, Sp.GK selaku Ketua Program Studi Ilmu Gizi Klinik menjelaskan berbagai aturan dan kebijakan yang diterapkan di Prodi Gizi Klinik FK-Unhas termasuk syarat dan tes tambahan calon peserta ppds, mata kuliah yang diwajibkan, tahapan pendidikan ppds, serta berbagai sarana dan prasarana yang disediakan. Prof. Nurpudji juga menjelaskan bahwa 80% kurikulum diambil dari kolegium dan 20% diambil dari kebijakan lokal yaitu nutrition disaster, nutrigenomic, dan mikrobiologi klinis di dalam kurikulumnya.

Pertemuan ini dihadiri pula Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sumber Daya dr. Firdaus Hamid, Ph.D, Sp.MK, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin,M.K.M, guru besar departemen ilmu gizi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Prof.Dr.dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK, Ketua Departemen Gizi Klinik FK-Unhas dr. Aminuddin, Sp.GK., M.Nut & Diet., Ph.D, Sekertaris Departemen Gizi Klinik FK-Unhas dr. Mardiana, M.Kes, Sp.GK, dan Sekertaris Program Studi Gizi Klinik dr. A. Yasmin Syauki., M.Sc, Sp.GK.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru