GAM Mengadu Ke DPRD Makassar

Bagikan

MAKASSAR, Linisiar.id – Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar melalakukan aksi, di depan Kantor DPRD) Makassar, Kamis (08/08/2019). Mereka menuntut pengembalian lahan milik warga Kecamatan Mariso yang dikuasi oleh pihak swasta yakni Center Point of Indonesia (CPI).

Para mahasiswa mengaku masyarakat mengeluhkan belum adanya ganti rugi dari lahan yang direklamasi pihak CPI sebagi bentuk pembebasan lahan garapan diatas pembangunan proyek tersebut. Bahkan sejak tahun 2013, kerugian dengan luas lahan 37.000 m2 dari 50.000 m2 tersebut belum terbayarkan.

Anggota DPRD Kota Makassar, Susuman Halim mengatakan bahwa hak milik rakyat tersebut harus diperjuangkan. Ia mengaku kejadian seperti ini sudah banyak terjadi dimana para kapitalis dengan sengaja merampas hak masyarakat.

Ia menilai bahwa kasus ini merupakan politicall wiil dari dua otoritas yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Seharunya, kata dia, seluruh stakeholder tersebut duduk bersama untuk membahas dan menjadikannya sebagai agenda prioritas.

“Dampaknya kemana-mana tapi kelihatan sekali mereka tidak memiliki keinginan yang kuat untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Sugali sapaan akrab Susuman Halim.

Untuk itu, kata dia, pihaknya yang berada di Komisi C DPRD Kota Makassar akan meneruskan masalah tersebut kepada dewan lainnya. Termasuk, kata dia, akan disampaikan kepada Komisi A DPRD Kota Makassar yang juga memiliki kewenangan perihal tersebut.

“Secepatnya kita akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mempertemukan semuanya, baik itu dari pihak CPI, Pemprov, Pemkot, dan masyarakat Kecamatan Mariso,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya hanya bisa membantu masyarakat menyuarakan aspirasinya dengan melakukan RPD dengan pihak terkait. Akan tetapi, hal itu akan sia-sia jika pihak bersangkutan tidak melakukan eksekusi.

“Kami juga tidak punya kewenangan apa-apa lagi. Yah kami berharaplah teman-teman teman provinsi, eksekutif, serta pejabat wali kota khususnya, ayo dong selesaikan persoalan yang ada di CPI. Jangan dibiarkan, itu menjadi dosa kita semua kalau dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *