Minggu, November 27, 2022

Festival Kampus Merdeka Akan Digelar Untuk Kedua Kalinya

Populer

JAKARTA, Linisiar.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar Festival Kampus Merdeka (FKM).

Diselenggarakan pada 14 November 2022 mendatang di Bali, sorotan utama dalam FKM kedua ini adalah paparan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, tentang berbagai capaian serta dampak positif program-program Kampus Merdeka selama satu tahun terakhir, sekaligus mendorong pelaksanaan Kampus Merdeka Mandiri di seluruh perguruan tinggi.

“Sesuai amanah Presiden RI untuk mentransformasi pendidikan tinggi guna menciptakan SDM unggul, Kampus Merdeka diluncurkan pada Januari 2020 sebagai Merdeka Belajar Episode Kedua,” kata Mendikbudristek.

Lebih lanjut Menteri Nadiem mengatakan, “Saya sangat antusias untuk menghadiri FKM Kedua dan mendengar langsung dari para pimpinan perguruan tinggi, dosen, mitra, dan mahasiswa tentang bukti-bukti transformasi yang tengah kita kerjakan bersama ini.”

Gelaran FKM tahun ini, juga disambut antusias oleh para peserta dan pihak-pihak yang terlibat. Pasalnya, dampak positif dari Kampus Merdeka mulai dirasakan. Dialog, pitching, dan konten hiburan lainnya akan disajikan di FKM. Sejumlah gelar wicara dengan tokoh nasional dan sosok inspiratif internasional juga akan digelar secara hybrid.

Acara FKM semakin semarak dengan didatangkannya 350 mahasiswa dari 90 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, perwakilan perguruan tinggi akademik dan vokasi, mitra Dunia Usaha Dunia Kerja (IDUKA), dan instansi pemerintah juga akan hadir di gelaran ini. Acara yang diselenggarakan secara luring ini juga ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Kampus Merdeka.

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan pada tahun 2020 menjadi salah satu upaya Kemendikbudristek dalam mentransformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Tercatat ada 179 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan Kampus Merdeka sejak pertama diluncurkan hingga kini.

“Ratusan ribu mahasiswa dari Sabang sampai Merauke yang berkuliah di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, baik yang ada di kota-kota besar maupun di kabupaten kecil, semua punya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat bagi masa depan mereka melalui berbagai program yang bisa mereka pilih,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam.

Program unggulan Kemendikbudristek ini diharapkan mampu menjadi percontohan bagi institusi dan lembaga pendidikan tinggi untuk menciptakan variasi programnya secara mandiri yang menempel pada kurikulum atau sistem pembelajaran di perguruan tinggi masing-masing.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, keselarasan tujuan dan semangat dari seluruh pemangku kepentingan (mahasiswa, dosen, orang tua, perguruan tinggi, dan mitra IDUKA) diperlukan untuk meyakinkan akan pentingnya implementasi MBKM di Indonesia.

“MBKM menjadi salah satu langkah untuk mengikis kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia industri dalam berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, serta membantu menyiapkan lulusan yang lebih adaptif dan lebih siap dalam menghadapi dunia kerja,” ucap Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yulianti.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Capaian 2021

Tahun lalu, FKM pertama kali digelar untuk menginformasikan program unggulan Kampus Merdeka kepada masyarakat juga meningkatkan pemahaman publik pendidikan terkait kebijakan MBKM. Selain itu, FKM juga bertujuan untuk mendorong para pemangku kepentingan pendidikan untuk berpartisipasi dan berperan aktif menggerakkan program-program Kampus Merdeka.

Laporan evaluasi MBKM di tahun 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa peserta memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap program-program MBKM. Sebanyak 93,7 persen mahasiswa peserta program Kampus Mengajar merasa puas dengan pengalaman menjalankan program tersebut, dan 94,3 persen merasa bahwa program ini patut direkomendasikan.

Angka ini tentu sangat tinggi mengingat semangat yang dibangun lewat MBKM agar mahasiswa merasakan keuntungan dari kesempatan belajar di luar kelas dalam masa pendidikan. Dalam laporan tersebut juga dicatat bahwa Indonesia memiliki 8,7 juta mahasiswa aktif, 374 ribu dosen, dan lebih dari 25 juta usaha yang beririsan dengan perguruan tinggi.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan lebih banyak pemangku kepentingan dapat terlibat aktif dalam program-program Kampus Merdeka, terlebih dengan dibukanya program baru seperti Praktisi Mengajar yang memberi kesempatan bagi para profesional untuk berkontribusi di dunia pendidikan. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

Berita Terbaru