MAKASSAR, Linisiar.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Selatan (Sulsel), bakal ikut serta dalam ajang pameran bergengsi se-Asia Tenggara–International Handicraft Trade Fair (Inacraft), yang berlangsung di Jakarta pada 15-19 April 2020 mendatang.
Tahun 2020, provinsi Sulsel bakal menjadi peserta. Namun, di tahun 2021, Sulsel siap menjadi tuan rumah untuk ajang pameran bergengsi tersebut.
Hal itu disampaikan Liestiaty F Nurdin selaku ketua Dekranasda Sulsel. Dia mengatakan, mulai dari tahun 2019–awal mula keikutsertaan Dekranasda pada kegiatan Inacraft–provinsi Sulsel, selalu menuai pujian dari para juri.
“Dari tujuh juri penilai, lima diantaranya memilih Sulsel sebagi stand dan produk kerajinan terbaik. Untuk itu, tahun 2020 stand untuk Sulsel lebih spesial dan lebih besar. Penyelenggara mengaku kagum karena Sulsel yang baru ikut pameran tapi langsung mendapat apresiasi luar biasa,” tutur Lies di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (2/3/2020).
Keikutsertaan Dekranasda pada kegiatan Inaraft tahun 2020, kata Lies, adalah kesempatan bagi Sulawesi Selatan menampilkan karya terbaik dari para pengrajin dan kekhasan dari masing-masing daerah yang tersebar di Wilayah Sulawesi Selatan.
“Di pameran 2020 ini kami akan menonjolkan tiga daerah seperti kerajinan Toraja, sutera dan adat masyarakat Kajang,” bebernya.
Lies bilang, Dekranasda Sulsel diminta untuk menjadi ikon Inaraft dan tuan rumah penyelenggaraan pameran Inaraft, di tahun 2021 mendatang. Rencananya, seluruh yang hadir pada kegiatan Inaraft di tahun 2021 mendatang, wajib mengenakan kain sutera.
“2021 Suslel diminta menjadi ikon Ina Craft, nantinya seluruh yang hadir mulai dari Presiden, menteri dan undangan lainnya wajib mengenakan sutera,” sebutnya.
Terpisah, Koordinator Ina Craft Sulsel, Deviyanti Faisal, mengatakan, dalam pameran kali ini, Sulsel akan fokus melakukan kurasi, khusus pada produk unggulan dari berbagai daerah di Sulsel.
“Bentuknya adalah galeri eksklusif produk unggulan khas Sulawesi Selatan dengan tempat yang akan didesain senyaman mungkin untuk pengunjung,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait rencana provinsi Sulsel menjadi ikon Inaraft di tahun 2021 mendatang, Baby Jurmawati Djuri selaku Sekertaris Jenderal ASEPHI, mengatakan, Sulsel terpilih berdasarkan penilaian atas kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk melaksanakan acara bergengsi ini.
Dia bilang, kegiatan ini merupakan kesempatan untuk wilayah timur. Sebab, selama ini sentra kerajinan ada di pulau Jawa.
“Padahal potensinya Sulawesi juga sangat banyak. Banyak yang belum tahu kain di Sulawesi bagus, dan motif tenunnya banyak sekali,” ujar Baby Jurmawati saat melakukan kunjungan di rujab Gubernur Sulsel beberapa pekan lalu.
Reporter: Efrat Syafaat Siregar
Editor: Rizal P












