Kampus  

Banyak Terjadi di Kampus, Unhas Latih 11 Duta Pencegahan Kekerasan Seksual

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Kekerasan seksual kerap terjadi di lingkungan kampus atau perguruan tinggi. Berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan, ada 49.729 kasus kekerasan seksual yang dilaporkan ke lembaga layanan dan Komnas Perempuan sepanjang tahun 2012-2021.

Secara spesifik, dalam lingkup dunia pendidikan, kekerasan berbasis gender terhadap perempuan paling banyak terjadi di perguruan tinggi, yaitu menempati urutan pertama sebesar 35 persen. Bahkan yang mengejutkan, setelah 21 tahun, laporan terkait kasus pelecehan lebih banyak dilaporkan daripada pemerkosaan.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan berupaya mewujudkan, kampus yang bebas dari kekrasan seksual, dan sudah membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (Satgas PPKS) dan memilih 11 orang sebagai duta pencegahan kekrasan seksual di lingkungan kampus.

11 duta pencegahan kekerasan seksual tersebut pun, lalu diberi pelatihan untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan nyaman guna mewujudkan masyarakat kampus yang kreatif, inovatif, dan maju.

Ketua Satgas PPKS Unhas Prof Farida Patittingi menjelaskan, kehadiran duta pencegahan kekerasan seksual ini, dapat mendorong terciptanya lingkungan kampus bebas dari kekerasan seksual, intoleransi, dan segala bentuk bullying. “Dengan lingkungan yang sehat, mahasiswa bisa menunjukkan potensinya secara optimal,” jelasnya.

Farida menabahkan, dengan hadirnya duta pencegahan kekerasan seksual itu, bisa melahirkan kampus yang sehat, aman, dan nyaman melalui produksi konten inspiratif dan edukatif, khususnya seputar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

“Saat ini kita ingin kampus yang aman terwujud melalui konten-konten PPKS di lingkungan Unhas. Dengan kreativitas adik-adik sekalian, saya harap konten adik-adik bisa memberikan nilai positif untuk masa depan,” pungkas Farida tanpa menyebutkan seberapa banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di Unhas. (*)