MAKASSAR, LINISIAR.ID – Sebanyak 120 orang hafidz penerima beasiswa akan berangkat ke empat perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri, yang berasal dari tiga provinsi, masing-masing 40 orang dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Mereka akan mengikuti pendidikan intensif dengan beasiswa, yang diberangkatkan Yayasan Yayasan Assalam Fil Alamin (ASFA Foundation).
“Mereka akan diberangkatkan 9 Desember 2023 ke Universitas Al Azhar di Mesir, Ummul Quro di Makkah dan juga ke Intambul Turkey. Sementaraa di dalam negeri mereka di Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Jawa Timur. Mereka akan mengikuti pendidikan intensif antara 1-3 bulan,” ungkap Wakil Ketua Yayasan ASFA, KH Anizar Masyhadi.
Menurutnya, program beasiswa itu merupakna percepatan dan penguatan sumber daya manusia bgai kader-kader atau alumni pesantren dalam rangka pengembangan wawasan keilmuan sehingga kembalinya nanti akan mengajarkan apa yang mereka dapat selama pendidikan.
Pemberian beasiswa itu bukan kali pertama, tapi sudah keempta kalinya, dan selalu dilakukan dengan skala nasional. “Program ke Mesir sudah kesekian kalinya, kecuali Unida baru yang keempat kalinya. Selain kelas intensif, kita juga ada beasiwa untuk kelas reguler biasa bagi program S1, S2 dan S3. Dan tidak hanya ke Mesir, tapi juga ke Eropa,” jelas Anizar.
Beasiswa juga diberikan bagi kader-kader pesantren dan lembaga pendidikan Islam di berbagai perguruan tinggi, antara lain Ma’had Aly yang ada di pesantren salafiyah, Unisulla, Unhas, UIN, UGM, Undip, UI, UMJ, Unsulbar, Unibraw, dan Darunnajah.
Beasiswa ini pun tidak hanya khusus ilmu tafsir atau agama, tapi juga untuk bidang iilmu lainnya, seperti sains dan tenologi dalam rangka menyongsong Indonesia emas tahun 2024. “Karena beasiswa ini ada dan kita salurkan untuk semua generasi di seluruh Indonesia,” lanjut Anizar.
“Para santri dan mahasiswa program S1-S3 yang mendapat beasiswa tersebut, nantinya akan kembali ke pesantren dan lembaga pendidikan Islam, mereka akan memperkuat dunia pendidikan, sehingga program percepatan SDM Islam betul-betul tercapai,” ulangnya.
Ketua ASFA Foundation, Komjen (Purn) Syafruddin menambahkan penerima beasiswa tersebut sudah melalui seleksi, dan yang paling utama mereka harus bisa menghapal 30 juz alquran dan bisa berbahasa arab. Dan beasiswa in adalah tahun kedua dengan jumlah penerima sudah sebnayak 1.008 orang.
Yayasan ini juga sudah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura. Dan yang terakhir menjajaki kerja sama berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah Xinjiang, China. Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Xinjiang menjelaskan secara gamblang tentang daerahnya mulai dari geografi, demografi, biografi, hingga peradabannya dan sekaligus juga secara lengkap menyampaikan keluh kesah dan sebagainya.
“Misi ASFA Foundation utamanya ialah pendidikan, membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, misi kemanusiaan dan perdamaian. Jadi ke depannya, tidak hanya menutup kemungkinan hanya memberikan beasiswa 40 orang untuk satu daerah, tapi juga bisa lebih,” tambah mantan Wakapolri itu. (**)












