Kampus  

ITBM Balik Diwa Bidik Timor Leste, Ikramullah Akmal Siapkan KKN hingga Riset Maritim

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR — Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa, Dr. Muh. Ikramullah Akmal, M.Si., menegaskan komitmen kampusnya untuk memperluas kiprah internasional melalui kerja sama pendidikan dengan Timor Leste.

Kerja sama tersebut diarahkan pada sejumlah program konkret, mulai dari riset dan pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Timor Leste.

Komitmen itu disampaikan Ikramullah menyambut kunjungan Atase Pendidikan di Timor Leste, Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., ke Kampus ITBM Balik Diwa, Makassar, Jumat (4/9/2026).

“Kami memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan Timor Leste. Dengan program studi yang kami miliki, ITBM Balik Diwa siap mengambil bagian dalam pengembangan sumber daya manusia dan potensi maritim di Timor Leste,” kata Ikramullah.

Kunjungan Tasrifin diterima Wakil Rektor IV ITBM Balik Diwa, Dr. Hartati Tamti, S.T., M.Si., bersama pimpinan Yayasan Balik Diwa, Prof. Dr. Muh. Akmal Ibrahim, M.Si.

Menurut Ikramullah, Timor Leste memiliki sejumlah potensi yang relevan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan ITBM Balik Diwa. Karena itu, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada tataran kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan langsung dosen dan mahasiswa.

ITBM Balik Diwa saat ini memiliki lima program Sarjana dan Sarjana Terapan, yakni Administrasi Pemerintahan Daerah, Hukum Bisnis, Teknologi Hasil Perikanan, Budidaya Perairan, dan Ilmu Kelautan. Kampus tersebut juga memiliki Program Magister Sumber Daya Akuatik.

Ikramullah menilai bidang-bidang tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan Timor Leste, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia serta pengelolaan potensi pesisir dan kelautan.

“Kontribusi yang kami rencanakan dalam bentuk riset dan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk KKN mahasiswa ITBM Balik Diwa di Timor Leste. Saat kami berkunjung ke Dili, kami melihat berbagai potensi yang dapat dikolaborasikan dan dikembangkan bersama,” ujarnya.

Bidik Mahasiswa Timor Leste

Selain membuka peluang bagi mahasiswa ITBM Balik Diwa mengikuti kegiatan di Timor Leste, Ikramullah juga menargetkan kampusnya menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi mahasiswa asal negara tersebut.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya ITBM Balik Diwa memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka bagi mahasiswa asing.

Ikramullah mengatakan, ITBM Balik Diwa dijadwalkan mengikuti pameran pendidikan yang diselenggarakan Atase Pendidikan di Timor Leste pada pekan berikutnya.

Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan ITBM Balik Diwa beserta program-program pendidikannya kepada masyarakat dan calon mahasiswa di Timor Leste.

“Kami nantinya akan menghadiri pameran pendidikan yang diadakan Atase Pendidikan. Kami menargetkan mahasiswa internasional dari Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan di ITBM Balik Diwa,” kata Ikramullah.

Menurut dia, kehadiran mahasiswa internasional juga penting untuk membangun atmosfer akademik yang lebih beragam sekaligus memperluas jejaring ITBM Balik Diwa di kawasan.

Tasrifin: ITBM Balik Diwa Punya Peluang Besar

Sementara itu, Atase Pendidikan di Timor Leste, Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., menyambut komitmen ITBM Balik Diwa untuk memperkuat kerja sama internasional.

Tasrifin menilai ITBM Balik Diwa memiliki peluang besar mengambil peran strategis dalam pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia di Timor Leste maupun kawasan Pasifik.

Fokus kampus pada bidang kemaritiman dinilai menjadi modal penting karena memiliki relevansi dengan karakter dan potensi sumber daya yang dimiliki negara-negara di kawasan tersebut.

“Salah satu program kerja saya di bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai atase pendidikan adalah bagaimana berperan aktif membangun kerja sama pendidikan agar kampus-kampus di Indonesia memiliki dampak tidak hanya dalam skala nasional, tetapi juga internasional,” kata Tasrifin.

Menurut dia, potensi sumber daya maritim Timor Leste membuka ruang yang luas bagi kolaborasi perguruan tinggi, baik dalam bidang teknologi, pendidikan, penelitian, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Harapan kami, ITBM Balik Diwa punya andil melaksanakan peran-peran strategis di bidang pendidikan dalam rangka menjalin kerja sama dengan negara-negara di Pasifik, terutama Timor Leste. Timor Leste memiliki potensi sumber daya maritim yang luar biasa dan membutuhkan sentuhan teknologi serta pendidikan,” ujarnya.

Tasrifin secara khusus mendorong mahasiswa ITBM Balik Diwa memanfaatkan terbukanya peluang internasional tersebut. Salah satunya melalui pertukaran mahasiswa dan KKN Internasional.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa melakukan pertukaran mahasiswa, KKN Internasional, bekerja sama dengan kampus-kampus yang ada di Timor Leste, serta berperan aktif membangun penguatan kapasitas pendidikan di negara sahabat, terlebih di Timor Leste,” kata Tasrifin.

Ia menilai kompetensi di bidang teknologi, bisnis, pemerintahan, perikanan, dan kelautan dapat menjadi modal bagi mahasiswa ITBM Balik Diwa untuk mengambil peran lebih luas di kawasan Pasifik.

“Pesan saya sebenarnya satu, yakni manfaatkan peluang. ITBM memiliki ruang yang besar karena negara kita adalah negara kepulauan. Bukan hanya Indonesia, tetapi juga banyak negara di Pasifik,” ujarnya.

Tasrifin berharap kerja sama yang mulai dibangun tersebut dapat memperluas kiprah ITBM Balik Diwa sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.

“Dengan belajar dengan baik, saya kira ada potensi untuk menjadi generasi yang mampu berperan dalam pembangunan, tidak hanya pembangunan Indonesia, tetapi juga pembangunan pada level internasional. Melalui ITBM Balik Diwa, saya kira itu bisa diwujudkan,” kata Tasrifin.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *