JAKARTA, LINISIAR.ID – Belajar tentang lingkungan, industri, budaya, hingga persoalan nyata tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Pengalaman itulah yang diperoleh 28 siswa dari Tokyo, Jepang, saat mengikuti student exchange visit di Indonesia pada 24–28 Agustus 2026.
Melalui kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE), para siswa dapat mengenal proses pembelajaran yang terhubung dengan kehidupan nyata melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) di Indonesia.
Program student exchange visit merupakan kerja sama Kemendikdasmen dan TMBoE yang telah berlangsung sejak 2023. Program ini dilaksanakan dalam dua skema, yakni outbound berupa kunjungan siswa Tokyo ke Indonesia dan inbound berupa kunjungan siswa Indonesia ke Tokyo.
Selain mempererat persahabatan kedua negara melalui pendidikan, program tersebut berfokus pada career education, pertukaran pelajar, serta pengalaman lintas budaya bagi siswa jenjang menengah atas Indonesia dan Jepang.
Delegasi TMBoE yang berkunjung ke Jakarta terdiri atas 28 siswa dan sembilan guru dari tujuh sekolah menengah atas di Tokyo serta tiga staf TMBoE.
Ketujuh sekolah tersebut yakni Honjo High School, Takashima High School, Ogawa High School, Hino High School, Minamidaira High School, Fuchu Nishi High School, dan Higashimurayama Nishi.
Selama di Indonesia, para siswa mengikuti beragam kegiatan yang mempertemukan mereka dengan lingkungan pendidikan, dunia kerja, dan kebudayaan. Mereka mengunjungi SMK Mitra Industri, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Masjid Istiqlal, Museum Batik, Museum Wayang, Universitas Indonesia, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, SMA Negeri 6 Jakarta, SMK Telkom, serta kantor Kemendikdasmen.
Suasana kunjungan ke Kemendikdasmen berlangsung semakin hangat ketika Maila Dinia Husni Rahiem, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, memperkenalkan STEM kepada para siswa Tokyo dengan cara yang dekat dan menyenangkan.
Alih-alih hanya menjelaskan STEM secara teori, Maila mengajak para siswa mengenal Indonesia melalui berbagai hewan khas Nusantara yang menjadi bagian dari materi STEM, seperti kuskus pohon, penyu, ikan Napoleon, komodo, tarsius, hingga burung maleo.
Pengenalan tersebut sekaligus menjadi perjalanan untuk mengenal kekayaan alam Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan interaktif.
Suasana semakin cair ketika para siswa diajak mengenakan topi dengan bentuk atau karakter hewan-hewan Indonesia. Ada yang mengenakan karakter kuskus pohon, tarsius, komodo, penyu, hingga hewan lainnya.
Aktivitas tersebut membuat pengenalan STEM terasa lebih menyenangkan sekaligus menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan kekayaan fauna Indonesia kepada para siswa Jepang.
“STEM seharusnya mudah, terjangkau, menyenangkan, penuh kesadaran, dan bermakna,” ujar Maila di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta pada Jumat(28/8).
Maila menjelaskan bahwa STEM di Indonesia tidak diposisikan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan sebagai pendekatan dalam berpikir, mengajar, dan belajar.
Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan nyata, mulai dari masalah lingkungan, sosial, hingga persoalan kontekstual yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pendekatan STEM juga selaras dengan penerapan Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan pembelajaran nasional. Pembelajaran mendalam diarahkan agar siswa belajar secara menyenangkan, penuh kesadaran, dan bermakna, dengan STEM menjadi salah satu pedagogi praktis dalam penerapannya di kelas.
Pertukaran Pelajar Sejalan dengan 7 KAIH Perkuat Karakter Bermasyarakat
Sementara itu, Koda Kyoko, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, menyampaikan apresiasi terhadap program pertukaran yang memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Jepang untuk belajar sekaligus membangun persahabatan.
“Program pertukaran ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda Jepang dan Indonesia untuk belajar dan mengembangkan persahabatan. Persahabatan yang dibangun atas dasar saling memahami akan memperkaya kehidupan mereka di masa depan,” ujar Koda.
Senada dengan hal tersebut, Matsunaga Takeshi, Director of the International Education Planning Section, Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE), menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan kunjungan tersebut.
Menurutnya, program ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar dari kekayaan budaya, capaian pendidikan, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
“Program ini memberikan lebih dari kesempatan untuk berwisata atau mendapatkan pengalaman budaya. Program ini memungkinkan para siswa memperdalam pemahaman satu sama lain, menghargai nilai-nilai yang kita miliki sebagai bagian dari masyarakat internasional, serta membangun persahabatan yang akan terus berlanjut setelah kunjungan ini berakhir,” ujar Matsunaga.
“Pertukaran pendidikan memainkan peran penting dalam memperkuat saling pengertian antara kedua negara. Dukungan yang diberikan Kementerian telah menciptakan kesempatan berharga bagi generasi muda Jepang dan Indonesia untuk belajar bersama, saling menginspirasi, dan memperluas perspektif mereka,” tambah Matsunaga.
Kemendikdasmen dan TMBoE berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai jembatan untuk memperluas pengalaman dan membangun pemahaman antargenerasi muda. (*)













