JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia mencatat kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dengan menyumbang 3,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal pertama 2025.
Nilai devisa pariwisata juga menembus angka 3,74 miliar dolar AS.
Menyikapi capaian ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta.
“Penguatan sektor pariwisata harus menjadi agenda bersama. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kesejahteraan rakyat,” ujar Widiyanti.
Ia menambahkan, arah kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita—visi pembangunan nasional yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Untuk mendukung target tersebut, Kemenpar telah merancang lima program unggulan dalam rencana kerja 2026, yakni, Gerakan Wisata Bersih (GWB), Peningkatan keselamatan wisata, Pariwisata naik kelas, Event by Indonesia, serta Pengembangan desa wisata.
Widiyanti menekankan bahwa program-program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat kontribusi pariwisata terhadap ekonomi nasional.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi langkah Kemenpar dan mendorong penguatan SDM pariwisata.
Ia mengusulkan pembangunan Politeknik Pariwisata di sejumlah daerah, termasuk Tapanuli Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Papua Barat Daya.
Rapat kerja turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Sekretaris Kemenpar Bayu Aji, serta jajaran pejabat eselon I dan II. (*)












