TANGERANG — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan bahwa masjid harus lebih dari sekadar tempat salat. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat kegiatan sosial dan kemajuan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan JK saat meresmikan Masjid Baitul Mukhtar di BSD, Tangerang.
Ia menekankan, “Dewasa ini, masjid juga harus menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat ibadah yang memang menjadi kewajiban dan fungsi utamanya.”
Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini menambahkan, sebuah masjid dianggap berhasil jika mampu menggerakkan kemajuan bersama.
“Makanya kita harapkan masjid dilengkapi dengan sarana-sarana beragama seperti pengajian, pendidikan, dan juga kajian-kajian masyarakat,” ujarnya.
JK menyoroti pentingnya peran masjid dalam meningkatkan tiga aspek utama masyarakat: pendidikan, semangat spiritual, dan ekonomi. Tanpa kemajuan di ketiga bidang tersebut, fungsi masjid belum bisa dikatakan optimal.
Dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, JK merasa bangga melihat pesatnya perkembangan masjid di Indonesia.
Ia menilai hal ini merupakan cerminan dari meningkatnya keimanan umat Islam. Salah satu indikatornya adalah ramainya kegiatan pengajian dan panjangnya antrean haji yang bisa mencapai 40 tahun di beberapa daerah.
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa kunci memakmurkan masjid terletak pada sinergi tiga komponen utama: pendiri masjid, pengurus masjid, dan jamaah masjid.
“Tanpa tiga unsur itu, maka tidak akan terwujud upaya memakmurkan masjid,” pungkasnya.













