MAKASSAR, Linisiar.id – Guna menekan potensi terjadinya tindak pelecehan dan kekerasan, 18 sekolah dasar di Makassar telah menyusun standard operational procedure (SOP) sekolah yang ramah, bersahabat dan aman bagi anak.
Standar operasional yang telah ditetapkan tersebut, kemudian secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar, di SD Inpres Tamalanrea 2 Makassar, Rabu (24/7/2019).
18 sekolah penyusun SOP perlindungan anak adalah mitra program Promoting a Sustianable and Food Secure World (PROSPER) Care International Indonesia.
Kepala Sekolah SDN Kompleks Sambung Jawa yang mewakili 18 sekolah dasar mitra program PROSPER, Fahmawati, menyampaikan bahwa selama proses penyusunan mereka menggali isu kekerasan, pelecehan dan eksploitasi terhadap anak terutama di sekolah.
“Pada akhirnya SOP seperti ini akan sangat membantu bukan saja bagi sekolah mitra program PROSPER tapi juga sekolah-sekolah lainnya karena bagaimanapun juga anak anak kita memang harus dilindungi dimana saja termasuk di sekolah,” kata Fahmawati.
Gender Advisor Care International Indonesia, Nurhasdiana, menambahkan, SOP ini merupakan panduan yang dibutuhkan agar dapat dengan dini mengenali potensi-potensi kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan seksual yang dapat mengancam anak-anak.
“SOP ini diharapkan dengan segera dapat melakukan upaya pencegahan, memfasilitasi penanganannya di tingkat sekolah, serta berjejaring dengan organisasi atau institusi lain untuk memastikan anak-anak kita berada dalam lingkungan sekolah yang ramah, bersahabat dan aman,” jelasnya.
Program Manager PROSPER, Lola Amelia menyampaikan, program PROSPER memasuki tahap akhir implementasi di Kota Makassar. Selain membangun sarana fisik berupa toilet, tempat cuci tangan dan saluran air serta penampungan air, juga memfasilitasi peningkatan kapasitas bagi kepala sekolah, guru, dan pemerintah daerah.
Termasuk, penyusunan SOP sekolah yang ramah, bersahabat dan aman bagi anak, di 18 sekolah dasar mitra.
Yakni SD Negeri Bontojai, SD Negeri Baddoka, SD Inpres Pai 1, SD Negeri Paccerakkang, SD Inpres Mangga Tiga, SD Inpres Pa’Baeng-baeng 1, SD Inpres Bontojai, SD Negeri Pagandongan, SD Inpres Pai 2, SDN Kompleks Sambung Jawa, SD Negeri Bulurokeng 1, SD Negeri Batutambung, SD Negeri Sudiang, SD Inpres Kalangtubung 1, SD Inpres Tangkala 2, SD Negeri Bontoramba, SD Inpres Tamalanrea 2, dan SD Inpres Tamalanrea 6.
Sementara, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Achi Soleman, menyatakan keberadaan SOP ini memenuhi tiga indikator kota ramah anak, yaitu perlindungan khusus, kesehatan dasar dan pendidikan.
Ia menyebutkan bahwa SOP adalah salah satu kado terindah bagi anak dalam peringatan hari anak nasional dan merupakan kontribusi nyata untuk meningkatkan capaian Kota Layak Anak yang disandang oleh Kota Makassar.












