MAKASSAR, LINISIAR.ID – Aliansi Muda Peduli Sulsel, bergangung dengan pecinta olah raga dan atlet di Sulawesi Selatan, Jumat (17/5/2024), menggelar aksi damai depan gerbang masuk Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, sebagai rasa syukur bergantinya Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.
“Masyarakat berterima kasih pada Presiden Jokowi dan Mendagri, yang mencopot Pj Gubernur Sulsel, karena tidak bisa melihat potensi Sulsel yang sangat besar, baik sumberdaya manusia, atau pun sumber daya alamnya. Dia hanya sibuk urus pisang,” kata Harun Rasyid, Jendral lapangan aksi.
Peserta aksi yang berorasi secara bergantian di sebuah mobilyang digunakan sebagai panggung orasi menilai, selama masa jabatannya, Bahtiar membuat kebijakan yang gegabah dan pernyataan yang meresahkan masyarakat yang megakibatkan kegaduhan.
Bahtiar juga dianggap tidak bijaksana dalam pengambilan keputusan. Salah satu kebijakan kontroversialnya adalah program penanaman pisang yang dinilai tidak sesuai dengan budaya pertanian dan kontur tanah di Sulsel.
Badai, salah satu koordinator lapangan aksi menyatakan, Bahtiar tidak pernah mendengarkan suara rakyat dan lebih mengutamakan pemikirannya sendiri. “Beliau kerap membuat kebijakan tanpa pengkajian mendalam dan hanya berdasarkan pandangan subjektifnya,” serunya.
Badai juga menyoroti penggunaan fasilitas keuangan daerah di tangan Bahtiar, seperti penggunaan helikopter dalam kunjungan ke kabupaten beberapa bulan lalu, yang dinilai tidak mencerminkan kondisi defisit yang diumumkannya sendiri.
Lain lagi yang disampaikan salah satu orator aksi, Sri Syahrir. Menurutnya, Bahtiar sama sekali tidak memberi perhatian terhadap atlet Sulsel yang September mendatang akan berlaga di Pekan Olah raga Nasional (PON) Aceh -Sumatera Utara.
“Sebanyak 408 atlet dari 43 cabang olah raga padahal sejak 2023 sudah melakukan persiapan, tapi tidak ada perhatian sedikit pun. Mereka semua terancam gagal mengikuti perheletan olah raga nasional itu, jika anggaran sangat minim,” sebut pengurus Pertina Sulsel itu.
Sebelum mengakhiri aksi, peserta aksi melakukan tradisi mappasili disertai tarian khas Bugis- Makassar, sebagai wujud pendekatan humanis dan budaya dari nilai unjuk saat itu. “Tujuannya membersihkan roh jahat di seputar kantor gubernur untuk Sulsel lebih baik kedepannya dan terhindar dari bencana alam,” tambah Harun.
Mereka juga sempat bernegosiasi untuk konvoi mengelilingi kantor Gubernur Sulsel, mulai dari gerbang masuk, ke gerbang keluar, tapi batal dilakukan, hingga akhirnya peserta aksi membubarkan diri.
Bahtiar Baharuddin sendiri digantikan sebagai Pj Gubernur Sulsel oleh Prof Zudan Arief Fakhrulloh, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat. Mereka bertukar posisi. (*)












