Kampus  

Primaya Hospital dan Unhas Kerja Sama Lahirkan Dokter Spesialis dan Sediakan Akses Penelitian

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Primaya Hospital Group menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), tentang bantuan biaya pendidikan program pendidikan dokter spesialis (PPDS), dan penyediaan akses penelitian untuk residen dan dokter spesialis, Kamis (1/2/2024) di Ruang Dekan FK Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A Karnali mengaku, sangat antusias dengan program
kerja sama dengan FK Unhas itu. Terlebih saat ini, di Indonesia masih kekurangn dokter spesialis. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia, (WHO) atau World Health Organization, rasio dokter di suatu negara adalah 1 per 1.000 penduduk, sedangkan berdasarkan data Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023, untuk melayani 277 juta rakyat Indonesia, baru tersedia 46.200 dokter spesialis.

Dengan jumlah tersebut, artinya Indonesia masih memiliki kekurangan sekitar 31.481 dokter spesialis. Di Universitas Hasanuddin sendiri, baru melantik 100 hingga 300 dokter umum, dan 350 hingga 400 dokter spesialis setiap tahunnya. Kendati demikian, menurut Prof Haerani Rasyid, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), memang dokter spesialis itu masih sangat kurang.

Fakultas Kedokteran (FK) Unhas sendiri saat ini, sudah punya 27 program studi spesalis dan semua terakrediatsi unggul. “Dengan adanya beasiswa, atau bantuan biaya pendidikan program dokter spesialis, maka ini akan membantu peserta didik yang yang ada, dan kami tentu akan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia), dan menyiapkan fasilitas yang bisa mendukung program spesialis tersebut sesuai kebutuhan,” jelas Haerani.

Hal itu dilakukannya, lantaran FK Unhas sendiri, baru saja bekerja sama dengan Primaya Hospital tentang bantuan biaya program pendidikan dokter spesialis, untuk memberi manfaat dalam pengembangan dokter spesiali di Indonesia, yang jumlahnya masih sangat kiurang.

“Kerja sama ini, juga dapat membantu pemerataan dan persebaran dokter di Indonesia, khususnya pada kota-kota yang saat ini masih kekurangan dokter dan tenaga medis lainnya serta untuk pengembangan medis dan riset,” ungkap Leona, Kamis (1/2/2024)

Dia menegaskan, jika kerja sama dengan Unhas, selain biaya pendidikan dokter spesialis, tapi juga untuk penelitian. “Ini merupakan salah satu solusi, karena kebuthhan dokter spesialis di indonesia sangat dibutuhkan. Kami berharap bisa cepat pemenuhan dokter spesialis,” tegas Leona.

Karenanya, pihaknya mengu sangat antusias dengan program kerja sama dengan Universitas Hasanuddin itu. Saat ini di Primaya Hospital Group terdapat lebih dari 1.000 dokter spesialis, 230 dokter umum dan lebih dari 2.500 tenaga lainnya.

“Ke depannya para dokter-dokter yang mengikuti program ini akan kami tugaskan di seluruh 16 jaringan
rumah sakit Primaya Hospital Group yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia antara lain di Pulau
Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” pungkas Leona. (**)

```