PALOPO, Linisiar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo memeringati Maulid tahun 1442 Hijriah secara virtual yang dilaksanakan di Musholla Rujab Walikota Palopo, Kamis (29/10/2020).
Di masa pandemi Covid-19, peringatan Maulid di Kota Palopo berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, lomba menghias bunga male ditiadakan.
Dalam sambutannya, Walikota Palopo Drs. H. M. Judas Amir, MH menyampaikan, pemerintah bersama dengan Kemenag Kota Palopo melaksanakan maulid secara virtual untuk disebarluaskan kepada masyarakat Palopo yang dapat disaksikan melalui siaran Ratona TV di rumah masing-masing.
Pada kesempatan itu pula walikota mengatakan dalam beragama dan bernegara pada intinya adalah komitmen.
Menurut walikota, komitmen dalam beragama ketika seseorang yang belum bisa disebut muslim dan akan disebut muslim, ketika telah mengucapkan syahadat.
“Jadi ucapan itu adalah komitmen bahwa seseorang itu paling tidak ada empat hal yang dilihat, apakah seseorang itu berkomitmen dalam agama Islam yaitu shalatnya, puasa, zakat, dan haji,” ujarnya.
Selanjutnya komitmen dalam bernegara yaitu Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 hanya beberapa kalimat, tapi inilah komitmen yang mempersatukan seluruh apa yang kita lakukan dan yang kita ucapkan.
Walikota juga mengajak seluruh masyarakat Kota Palopo mengikuti petunjuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI), karena ini adalah hasil rumusan para dokter yang dijadikan pedoman untuk mengatasi wabah Covid-19.
Kepala Kantor Kemenag Palopo Dr. H.M. Rusydi Hasyim, M.Ag dalam tausiahnya menyampaikan, dengan momentum Maulid Rasulullah SAW pada tahun ini dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 yang telah menelan jutaan korban di seluruh dunia.
“Pada kesempatan ini, sesuai ajakan Menteri Agama (Menag), mari kita perbanyak bershalawat karena dalam Alquran sendiri mengatakan, sesungguhnya Allah SWT dan para malaikatnya bershalawat kepada nabi,” katanya.
“Serta perbanyak membaca Alquran karena siapa pun yang selalu membaca Alquran maka akan jadi penopang bagi pembacanya,” tambahnya.
Dr. H.M. Rusydi Hasyim, M.Ag berharap, semoga dengan seringnya bershalawat dan membaca Alquran, kita dapat terhindar dari pandemi Covid-19. Bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk masyarakat di seluruh dunia. (*)













