MAKASSAR, Linisiar.id – Jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, film G30S/PKI yang masih menjadi kontroversi, kini viral lagi.
Salah satu stasiun televisi swasta akan menayangkan kembali film ini. Sebelumnya, penayangan film ini sempat terhenti setelah tumbangnya era Orde Baru.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, pemerintah tak melarang pemutaran film G30S/PKI.
Namun, pemerintah melarang jika pemutaran film ini membuat kerumunan orang, misalnya nonton bareng. Sebab, melanggar protokol kesehatan pandemi Covid-19.
Penayangan kembali film G30S/PKI juga mendapat tanggapan dari Ketua KNPI Sulawesi Selatan, H. Andi Muhammad Arham Basmin Mattayang.
Menurut Arham Basmin, pemutaran film ini justru berpotensi semakin memantik keraguan publik mengenai kebenaran yang ditampilkan dalam film produksi pemerintah Orde Baru yang dirilis pada 1984 itu.
Ia mengungkapkan, menonton film ini seperti luka yang lama sudah kering, dikorek-korek lagi.
“Jujur saja, kondisi sekarang kita butuh anak-anak muda yang menjawab tantangan masa depan. Bukan debat mencari pembenaran masa lalu,” kata Arham Basmin kepada Linisiar.id, Rabu (30/9/2020).
“Bahwa penting untuk tahu (sejarah kelam peristiwa G30S/PKI) memang iya, tapi biarkan untuk yang mau tahu saja,” tambahnya.
Kepada generasi milenial atau anak-anak muda yang menonton film ini, Arham Basmin berharap mereka tetap memakai kacamata yang objektif dan jernih saat melihat sejarah masa lampau.
Serta tidak melihat sejarah di masa lalu untuk memperebutkan kepemimpinan di masa yang akan datang.
“Anak muda, generasi milenial hari ini harus membuat sejarah, bukan mengulang sejarah,” kuncinya. (*)












