Seragam Sekolah Telat Disalurkan, Ini Penjelasan Kadisdik Palopo

Kadis Pendidikan Kota Palopo
Bagikan

PALOPO, LINISIAR.ID – Komisi I DPRD Palopo bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo menggelar rapat dengan pendapat dalam rangka evaluasi dan monitoring dan evaluasi (Monev), di ruang komisi I DPRD Palopo, siang kemarin.

Pada rapat ini, DPRD banyak mempertanyakan realisasi pengadaan baju seragam sekolah gratis yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Disdik.

Bahkan, anggota meminta perlunya pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan seragam tersebut.

Anggota komisi I, Muhammad Mahdi mempertanyakan sejauhmana realisasi program tersebut.

Selain itu, kendala dari pada keterlambatan realisasi seragam itu hingga pemberdayaan masyarakat terutama tukang jahit mengerjakan seragam itu.

Bahkan ia berharap, pengadaan seragam sekolah di tahun 2020 ini bisa melibatkan masyarakat lokal.

Demikian halnya, Baharman meminta Disdik agar program tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal dan tidak terkesan lambat seperti halnya di tahap pertama ini yang baru direalisasikan awal 2020.

Padahal program itu sejatinya berjalan seiring pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019.

Kepala Disdik Palopo, Asnita Darwis mengakui lambatnya penyaluran seragam sekolah tersebut disebabkan beberapa faktor.

Seperti konsultasi ke BPK terkait sistem penyaluran hingga persolan administrasi menjadi penyebab lambatnya penyaluran seragam sekolah itu.

“Kami akui keterlambatan ini. Karena memang banyak hal-hal yang perlu kami persiapkan lebih awal untuk menghindari kesalahan dalam merealisasikan barang tersebut,” katanya.

Secara umum, penyaluran seragam diberikan kepada siswa PAUD hingga SMP. Adapun jumlahnya seperti PAUD sebanyak 89 dengan jumlah penerima 3.231 orang.

Selanjutnya, SD sebanyak 76 dengan jumlah 2.835 orang. Demikian halnya, SMP sebanyak 31 dengan jumlah penerima 3.476 orang. “Jadi termasuk swasta kita berikan.

Khusus untuk siswa PAUD hanya diberi seragam olahraga saja,” katanya. Terkait keterlibatan masyarakat lokal turut serta dalam pengadaan ini sempat direncanakan. Pengadaan seragam ini dibuat di Jakarta sebagai pihak yang dilibatkan dalam program tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *