Berita  

Kapan Sekolah Dibuka Lagi, Begini Penjelasan Mendikbud

ilustrasi
Bagikan

JAKARTA, Linisiar.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, meluruskan informasi yang simpang siur mengenai kapan dimulainya tahun ajaran baru.

Saat ini, peserta didik dan orangtua peserta didik sedang menunggu kabar mengenai tahun ajaran baru, setelah sekitar tiga bulan sekolah diliburkan karena pandemi virus corona.

Mendikbud menegaskan, informasi yang menyebutkan sekolah dibuka lagi mulai Juli 2020 nanti, tidaklah betul. Bukan berasal dari Kemendikbud.

Ia menegaskan, keputusan pembukaan kembali sekolah akan didasarkan pada pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sebab, hal ini berkaitan dengan aspek kesehatan.   

Pernyataan ini disampaikan Mendikbud dalam Rapat Kerja secara telekonferensi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI), di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri,” jelas Nadiem.

Dikutip dari rilis resmi Kemendikbud, Mendikbud Nadiem menyampaikan, “Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan.” 

Nadiem menjelaskan ada banyak faktor menjadi pertimbangan pembukaan kembali sekolah pascakebijakan belajar dari rumah sebagai bagian dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna menahan laju perluasan pandemi Covid-19.

“Tapi keputusan kapan (sekolah dibuka), dengan format apa, dan seperti apa, karena ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan, itu masih di Gugus Tugas,” tambahnya.

Terkait adanya berbagai kabar beredar di masyarakat bahwa Kemendikbud akan membuka sekolah pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli, secara tegas disampaikan Mendikbud Nadiem tidak benar.

“Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami. Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidak benar,” tegas Nadiem.

Setelah rapat kerja, Mendikbud menambahkan bahwa di banyak negara, awal tahun ajaran baru relatif tetap.

Penyesuaian metode belajar disesuaikan dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kemendikbud menilai saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik. Tetapi metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan gugus tugas,” katanya. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *