PALOPO, Linisiar.id – Pembukaan Ujian Negara Amatir Radio (Unar) Berbasis Cat Non Reguler tahun 2020 berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Kota Palopo, Sabtu (31/11/2020).
Peserta Ujian Negara Amatir Radio (Unar) sebanyak 235 orang yang terverifikasi. Rinciannya, tingkat siaga 217 orang, tingkat terlarang 17 orang peserta, dan tingkat penegak 1 orang.
Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian berlangsung di ruang laboratorium computer SMP 1, SMP 2, SMP 3, dan SMP Negeri 4 Kota Palopo.
Direktur Operasi Sumber Daya SDPPI, Dr. Dwi Handoko, M.Eng, yang membuka kegiatan ini, berharap peserta tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.
Lanjutnya, dalam melaksanakan ujian amatir yang nantinya memperoleh izin Amatir Radio, agar dapat menggunakan frekuensi-frekuensi tertentu yang memang dialokasikan untuk penggunaan Pil.
“Frekuensi ini adalah suatu yang tidak terlihat, tetapi banyak sekali pengunaanya. Frekuensi ini tidak mengenal batas-batas wilayah, untuk itu dalam menggunakan frekuensi ini sesuai dengan yang diizinkan,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia masih menjadi sorotan dunia, khususnya di bidang penerbangan, karena banyak pesawat yang melintas di atas Indonesia terganggu radio komunikasinya.
Baik antara pesawat maupun antara pesawat dengan raid controller dan ini sangat berbahaya bagi penerbangan tersebut.
“Kami harap kerjasamanya agar menggunakan frekuensi yang memang sesuai diperuntukan bagi penggunaan amatir radio,” katanya.
“Dan ini perlu kesadaran kita semua, karena terkait jumlahnya sangat banyak. Walaupun Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio mempunyai peralatan yang memenuhi, akan tetapi mencegah lebih baik daripada menangani,” tuturnya.
Ia menegaskan, Amatir Radio mempunyai peran yang besar dalam berkontribusi bagi pembangunan, khususnya dalam komunikasi kebencanaan.
Beberapa kali Amatir membantu pemerintah dalam mendukung berkomunikasi terutama pada saat bencana dimana perangkat komunikasi yang lain tidak dapat digunakan.
Mewakili Walikota Palopo, Sekretaris Daerah (Sekda0 Kota Palopo Drs. Firmanza DP menyampaikan, Pemerintah Kota Palopo sangat mengapresiasi kegiatan Unar ini.
Sebagai satu langkah untuk melegalkan aktifitas para penggiat ORARI, demi memaksimalkan fungsi ORARI lokal di Kota Palopo.
“Sebagaimana kita ketahui peran ORARI dapat lebih dioptimalkan dalam membantu komunikasi secara nasional, juga di daerah, khususnya di Kota Palopo,” kata Sekda.
“Peran dan fungsi ORARI masih sangat penting dan dibutuhkan pemerintah dan masyarakat. Kemarin kami merasakan bagaimana fungsi dan peran ORARI ketika longsor di Battang,” tambahnya.
Begitu juga ketika Pemkot Palopo menggunakan pos dalam penanganan Covid-19, ORARI sangat membantu dalam menyampaikan informasi yang akurat dan penting bagi Pemerintah Kota Palopo.
Acara dilanjutkan dengan pemberian secara simbolis cinderamata antara Balai Monitor SFR Kelas I Makassar bersama ORARI Lokal Kota Palopo, ORARI Daerah Sulsel, dan Pemerintah Kota Palopo.
Turut hadir, Kepala Balmon Ir. Helmi Wartapane, M.M, Wakil Ketua ORARI Daerah Sulawesi H. Rusli A. Baso Amir, mewakili Ketua ORARI Lokal Kota Palopo Drs. H. Asir Mangopo, MM, Sub koordinator Sarana dan Pelayanan Balmon Kelas I Makassar Manuelson Jaka Jusuf, ST. M.Eng, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, dan undangan lainnya. (*)












