Rabu, Desember 1, 2021

Setelah Diresmikan, Sekretariat Baru NU Lutim Akan Jadi Pusat Pengembangan Aswaja

Populer

LUWU, Linisiar.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Luwu Timur saat ini memiliki kantor atau sekretariat baru, setelah diresmikan penggunaannya oleh Wakil Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Kamaluddin Abunawas, pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Prof. Kamaluddin Abunawas, disaksikan Ketua Tanfidz NU Luwu Timur, KH. Mursaha Junaid dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachrisyam.

Lantunan shalawat Thibbil Qulub menggema saat prosesi peresmian berlangsung.

Sekretariat yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, jalur dua trans, Puncak Indah, Malili tersebut diharapkan menjadi pusat dakwah Islam ahlusunnah wal jama’ah an nahdiyah di Kabupaten Luwu Timur.

“Luwu timur adalah daerah yang majemuk dengan berbagai latar belakang agama dan suku, Islam yang ramah dan toleran sebagai wajah ajaran Islam ahlussunah wal jama’ah (aswaja) harus terus dijaga di daerah ini,” papar Prof. Kamaluddin Abunawas.

Ia juga berharap kehadiran kantor sekretariat yang baru tersebut dapat menunjang berjalannya roda organisasi dan proses kaderisasi sebagai bentuk penguatan ideologi dan amaliah ahlusunnah wal jama’ah yang sudah mengakar sejak lama di kalangan masyarakat Luwu Timur.

Ketua Tanfidziah PC NU Luwu Timur, KH. Mursaha Junaid juga mengungkap jika sekertariat tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan sebagai kantor Pengurus Cabang, namun juga sebagai sekretariat bersama Badan Otonom (Banom) dan lembaga yang dinaungi NU di Luwu Timur.

“Pintu sekretariat ini juga terbuka lebar untuk Banom dan lembaga yang berada di bawah naungan NU, untuk berkegiatan di tempat ini,” paparnya.

Di kabupaten Luwu Timur terdapat sejumlah Banom dan lembaga NU telah eksis dan berkiprah di tengah masyarakat, diantaranya NU care-LAZISNU, sebagai lembaga sosial kemasyarakatan dan pengelola zakat, infak dan shadaqah.

Di segmen kepemudaan terdapat Ansor, dan Fatayat NU, pada kelompok intelektual berdiri ISNU (Ikatan Sarjana NU).

Pergunu mewadahi guru-guru dari kalangan nahdliyin, Jatman sebagai wadah kelompok tarekat, di kalangan pelajar juga berdiri IPNU beserta IPPNU, dan untuk mewadahi kaum perempuan terdapat Muslimat NU. (Ayub Sadega)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru