Minggu, Mei 16, 2021

Sekda Palopo Ikuti Rakor Bahas Penyekatan Larangan Mudik, Mulai Berlaku 6 Mei 2021

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP, SH, M.Si, yang mewakili walikota mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama dengan instansi terkait dalam rangka Operasi Ketupat tahun 2021 dan melaksanakan pos penyekatan larangan mudik lebaran 1442 H.

Rakor yang dipimpin Kapolres Palopo itu digelar di Aula Rupatama Sanika Satyawada Polres Palopo, Rabu, 28 April 2021.

Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas S.IK pada kesempatan itu mengungkapkan, pertemuan tersebut digelar terkait kesiap siagaan kita semua untuk melaksanakan perintah presiden.

Presiden memerintahkan bahwa tahun ini, masyarakat tidak diperbolehkan untuk melaksanakan mudik lebaran, dengan tujuan untuk mengurangi atau menekan laju penyebaran virus covid-19.

“Jadi memang pada saat ini kita masih pada masa pandemi, jangan sampai kita lengah. Walaupun dari kita sudah banyak yang melaksanakan vaksin,” kata kapolres.

“Ada contoh negara lain, khususnya negara India yang mana karena kelengahanna menimbulkan gelombang, sehingga virus tidak terkendali dan muncul lagi virus-virus baru, virus ganas. Ini terbukti, hampir 200 ribu orang dalam satu hari yang positif di India,” tambahnya.

Oleh karena itu, perintah dari pemerintah, langsung dari presiden, mengimbau masyarakat kita untuk tidak melaksanakan mudik pada lebaran tahun ini.

Larangan mudik mulai tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021. “Mari sama-sama kita sukseskan program pemerintah ini, terutama penyekatan larangan mudik,” jelas kapolres.

Kasdim, yang mewakili Dandim, pada rakor itu menyampaikan perlu adanya sosialisasi masif kepada masyarakat, bahwa ada kebijakan seperti ini yakni pelarangan mudik.

Jadi sebelum warga merencanakan mudik, ada pertimbangan bahwa ada kebijakan, kita dilarang mudik.

Kodim akan mendukung apa yang menjadi rencana polres dalam melaksanakan Operasi Ketupat, terutama terkait pelarangan mudik ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Palopo pada kesempatan itu mengungkapkan, Pemkot Palopo telah mengeluarkan surat edaran nomor 060 untuk menindaklanjuti larangan mudik.

“Yang kami pedomani adalah surat edaran dari Kemenpan RB, dimana kita sudah menyampaikan kepada seluruh ASN di Kota Palopo untuk tidak melakukan mudik pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021,” ungkap Sekda.

Sekda melanjutkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh ASN pemkot untuk sampaikan kepada keluarganya, untuk tidak melakukan perjalanan pulang ke Palopo maupun keluar dari kota Palopo.

“Yang jelas telah kita perintahkan juga untuk sosialisasikan, untuk tetap berada di tempat pada saat rentang waktu 6 hingga 17 Mei 2021,” katanya.

“Semoga ini bisa membantu kita semua untuk cegah dan tekan penyebaran virus covid-19 yang diakibatkan oleh mobilisasi warga yang mungkin akan meningkat pada saat jelang Idul Fitri,” tambahnya.

Masih menurut Sekda, dalam waktu dekat ini, Pemkot Palopo juga akan mengaktifkan kembali posko di kelurahan.

Posko ini melibatkan babinsa dengan babinkamtibmas. Salah satu tugasnya adalah memantau orang-orang yang melakukan mudik. Pemkot sudah menyiapkan tempat untuk isolasi.

Rakor itu diikuti Asisten II yang juga Plt Kadis Kesehatan, Kadis Damkar, Kadis Perhubungan, Kasatpol PP Palopo, dan ara perwira Polres Palopo. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru