RS Hasri Ainun Habibie Beroperasi, 12 Poli Siap Terima Pasien

PAREPARE, Linisiar.id  – Rumah Sakit (RS) Hasri Ainun  Habibie (HAH) kembali beroperasi, Senin (16/11/2020), setelah pelayanannya terhenti pada April 2020, karena pandemi Covid-19.

Plt Direktur RS HAH, Renny Anggraeny Sari mengatakan, rumah sSakit berkonsep Medical Tourism ini menyiapkan 12 poli yang siap beroperasi.

Diantaranya interna, jantung, saraf, mata dan bedah. Selain itu, poli anak, obgyn, ortopedi, THT, kulit dan  kelamin, gigi dan mulut serta umum.

“Ada 12 poli untuk pasien rawat jalan mulai pukul 12.00 Wita. Layanan dibuka untuk pasien umum dan non BPJS. Warga Parepare cukup membawa KTP atau KK,” katanya.

Renny mengungkapkan, layanan RS HAH akan dioperasikan secara bertahap. Pelayanan rawat inap juga akan segera dioperasikan.

“Setelah kita buka layanan poli untuk pasien rawat jalan, pekan berikutnya akan mulai dibuka layanan IGD dan rawat inap,” paparnya.

Tenaga medik dan tenaga administrasi yang bertugas di RS Regional HAH, mengambil tenaga terampil dan profesional dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau sebanyak 40 orang. Ditargetkan, awal 2021 nanti, RS ini akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Segera kita ajukan permohonan pengajuan kerja sama ke pihak BPJS Kesehatan. Semoga proses kredensial dari BPJS Kesehatan berjalan lancar dan dapat dilakukan di awal Desember,” harap Renny.

Dengan terintegrasinya RS ini dengan BPJS Kesehatan nantinya, para pasien yang mengantongi kepesertaan BPJS Kesehatan akan mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Sebelumnya, saat dialog dengan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, La Tunreng, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Renny mengungkap soal kerja sama Rumah Sakit Hasri Ainun dengan BPJS Kesehatan yang belum terlaksana, karena persoalan akreditasi.

Menanggapi hal itu, La Tunreng mengatakan, Dewan Pengawas BPJS akan mendorong direksi untuk  membicarakan dengan pihak Kemenkes. Sebab soal itu penting agar pelayanan bisa maksimal.

RS berkonsep Medical Tourism ini memiliki fasilitas peralatan sesuai standar dengan ruang perawatan kelas III, kelas II, Kelas I, VIP, dan VVIP serta suite room.

Bahkan dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah memuji lokasi RS yang berlantai 7 tersebut, karena menyajikan pemandangan yang sangat indah.

“Di sini kita bisa melihat pemandangan laut, muara sungai hingga pegunungan, menyajikan pemandangan 3 dimensi,” puji Prof Andalan, sapaannya. (*)