Minggu, Maret 7, 2021

Resmikan Posyandu Duku, FKJ: Tempat Edukasi bagi Ibu-ibu

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Farid Kasim Judas, SH., MH., M.Si meresmikan Posyandu Duku, Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, pada Senin, 28 Desember 2020.

Lurah Kambo, Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa Posyandu Duku dibangun menggunakan dana kelurahan sebesar Rp.54.284.000. Dibangun di lokasi masyarakat yang sudah dihibahkan ke Pemkot Palopo.

Farid Kasim Judas dalam sambutannya mengungkapkan, memaknai kehadiran posyandu di setiap kelurahan berarti itu suatu kesyukuran bagi kaum ibu.

Kesyukuran bagi ibu-ibu, karena pemerintah telah menghadirkan sarana, fasilitas di tengah-tengah masyarakat untuk dimanfaatkan, bagaimana mengedukasi masyarakat. Menghadirkan tempat ini (posyandu) sebagai sarana edukasi.

“Siapa yang mau diedukasi disini adalah semua ibu yang hamil, yang sudah melahirkan, kemudian pasangan usia subur yang masih produktif,” kata FKJ, sapaan akrabnya.

“Penyuluhan-penyuluhan kesehatan tentang balita, itu wajib dilaksanakan di tempat ini secara berkesinambungan, setiap bulan,” tambahnya.

FKJ melanjutkan, setiap bulan harus ada kegiatan di posyand). Hal itu akan terus dimonitoring, apakah kehadiran posyandu di setiap kelurahan, keberadaan kader posyandu di setiap kelurahan memanfaatkan hadirnya posyandu.

“Kami tidak mau dengar lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, alasan-alasan bahwa kami tidak punya posyandu, belum memiliki sarana posyandu, kami hanya menumpang di rumah warga,” katanya.

“Sekarang ada dana kelurahan. Halal hukumnya untuk membangun posyandu, dan wajib hukumnya punya rumah data,” jelasnya.

Masih menurut Farid Kasim Judas, apa yang didata dirumah data? Semua aktifitas yang ada di posyandu ini, ibu hamil, balita, angka kelahiran, angka kematian, pasangan usia subur, semua data posyandu tersentral di rumah data.

“Rumah data milik semua, semua komponen, semua kepentingan yang ada di kelurahan, wajib tercover datanya dalam satu wadah, yang namanya rumah data,” tuturnya.

Tahun depan kelurahan wajib memiliki rumah data. Jika tidak bangun rumah data berarti tidak ada upaya untuk membuat sebuah data base tentang kondisi yang ada di kelurahan.

“Jadi setiap bulan, kita akan melihat laporan, photo PLKB, lurah, sub PLKB, kader posyandu yang melaporkan kegiatan posyandunya. Berapa angka kelahiran, berapa orang hamil yang melahirkan di kelurahan ini setiap bulan, dan semua harus update,” ujarnya.

Hadir Plt Camat Mungkajang, lurah Kambo, kepala puskesmas Mungkajang, tokoh masyarakat, babinsa dan babin kamtibmas Kelurahan Kambo serta para kader posyandu. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru