PGRI Didampingi Kadisdik Palopo Paparkan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Begini Saran Walikota

Walikota Palopo Drs HM Judas Amir, MH memberi keterangan kepada pengurus PGRI Palopo, Jumat (7/11/2020). Ikut hadir Plt Kadis Pendidikan Palopo, Asnita Darwis, S.STP

PALOPO, Linisiar.id – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palopo menggelar audiensi dan bersilaturahmi dengan Walikota Palopo, Drs. HM. Judas Amir, MH yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Palopo, Firmanza DP di rumah jabatan walikota, Jumat (6/11/2020).

Pada audiensi ini, PGRI memaparkan simulasi persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Palopo di hadapan Walikota Palopo.

Simulasi itu merujuk kepada Surat Keputusan (SK) Bersama Empat Menteri tentang kegiatan belajar mengajar di era kenormalan baru dan sesuai Perwal Nomor 10 tahun 2020.

Desain pembelajaran tatap muka langsung itu berdasarkan banyaknya keluhan masyarakat, terutama   orangtua siswa-siswi dan kurangnya fasilitas penunjang pelaksanaan lainnya.

Terkait pembelajaran tatap muka langsung, Ketua Dewan Pendidikan Kota Palopo, Dr. Suaedi menyarankan, agar lebih berhati-hati. Pihak sekolah harus bisa lebih siap, termasuk para gurunya.

Selain itu, Dr. Suaedi juga menyarankan agar tenaga pendidik bisa merancang model pembelajaran online yang menarik dan lebih kreatifitas.

“Seperti model pembelajaran yang tidak membosankan dan tidak memberatkan orangtua dan peserta didik. Begitu juga dengan penilaian, jangan berdasarkan online karena bisa saja yang mengerjakan tugas-tugas itu adalah orangtuanya atau keluarganya,” ujarnya.

Walikota Palopo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas gagasan serta desain pembelajaran tatap muka langsung yang disampaikan oleh PGRI Palopo.

Dirinya juga tak menampik keresahan yang dialami masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Namun untuk saat ini, walikota menegaskan, belum berani memberikan izin pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Alasannya, untuk pembelajaran tatap muka harus betul-betul siap.

“Kita harus sangat siap, karena isi dari perwali masih perlu diterjemahkan lebih luas lagi,” terangnya.

Walikota menyarankan agar tenaga pendidik atau guru berinisiatif mendatangi alamat orangtua siswa untuk memberikan pemahaman sekaligus berdiskusi.

“Sampaikan ki bahwa saat ini ditengah kondisi pandemi, Walikota Palopo belum berani memberikan izin untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka langsung,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga berlangsung penyerahan SK dari PGRI kepada Walikota Palopo sebagai Dewan Pembina PGRI Kota Palopo.

Turut hadir Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Palopo, Asnita Darwis, S.SPT sebagai pihak paling terkait dengan proses pembelajaran selama pandemi. (*)