Senin, Juni 14, 2021

Peringati 23 Tahun Reformasi, Mahasiswa Palopo Gelar Panggung Ekspresi dan Sampaikan Tuntutan

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Sebagai bentuk memperingati 23 tahun Reformasi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Palopo Peduli Reformasi, menggelar panggung ekspresi reformasi di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sabtu 22 Mei 2021 malam.

Muhammad Surya Alda mengatakan, Panggung Ekspresi merupakan suatu wadah merefleksikan agenda Reformasi yang telah berumur 23 tahun.

Selain itu, juga memberikan tanda bahaya kepada pemerintah atas ruang kebebasan sipil di nilai menyempit.

“Dalam kegiatan aksi bakar lilin ini, berupaya merefleksi reformasi, mencoba mengenang para korban yang gugur dalam proses menuju Reformasi. Juga lakukan baca puisi dan orasi,” kata Surya.

Muhammad Surya Alda menilai, hak sipil yang diperjuangkan lewat Reformasi justru mengalami pengekangan dalam beberapa tahun terakhir.

“Selama beberapa tahun terakhir, ruang kebebasan sipil di Indonesia semakin menyempit,” pungkas Surya.

“Meski begitu, melalui momentum 23 tahun reformasi ini pula kita menyerukan persatuan untuk saling menjaga keharmonisan antara sesama anak bangsa demi terciptanya kerukunan dalam bernegara,” ujarnya.

Selain melakukan panggung ekspresi, kemudian mahasiswa Palopo Peduli Reformasi juga melangsungkan beberapa tuntutan kepada pemerintah, yakni:

  1. Menolak omnibuslaw yang tidak ramah terhadap lingkungan dan menyengsarakan rakyat.
  2. Menolak tes wawasan kebangsaan untuk melemahkan KPK.
  3. Tolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil.
  4. Stop militerisme di Papua dan daerah lain.
  5. Hentikan kriminalisasi aktivis dan jurnalis.
  6. Hentikan segala diforestasi hutan, kembalikan tanah rakyat dan pidanakan korporasi perusak lingkungan.
  7. Tuntaskan segala pelanggaran HAM dan adili semua penjahat HAM dan pulihkan hak-hak korban.
- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru