Senin, Maret 1, 2021

Pemkot Palopo Tinjau Ulang Penanganan Covid-19, Sekda Beri 3 Solusi

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pasien Covid-19 dan saspek di rumah sakit di Auditorium Sakotae, Minggu (27/12/2020).

Rapat juga membahas rencana persiapan rumah sakit (RS) pendukung perawatan dan isolasi pasien Covid-19 bersama direktur rumah sakit dan kepala puskesmas Se-Kota Palopo.

Sehari sebelumnya, Pemkot Palopo dipimpin walikota juga membahas meningkatnya angka positif Covid-19 di Palopo bersama kepala-kepala puskesmas.  

Walikota Palapo Drs. H.M. Judas Amir, MH menyampaikan, pertemuan ini untuk membahas apa penyebab sehingga penderita positif Covid-19 di Palopo terus meningkat.

Padahal, pihak-pihak yang terkait dalam penanganan Covid-19 sudah bekerja keras siang dan malam. Protokol kesehatan juga sudah dipatuhi. Karena itu, kita perlu tahu celahnya dan koreksi diri.  

“Olehnya itu, saya mencari tahu apa celahnya dan apa masalahnya ini sampai terjadi. Rumah sakit kenapa pengolahannya, semuanya harus dicari tahu,” kata walikota.

Walikota menegaskan, pertemuan dan rapat koordinasi ini akan terus dilakukan sampai persoalan-persoalan yang kita anggap penyebabnya dapat teratasi dan terselesaikan dengan baik.

“Untuk itu saya minta kita fikirkan, bagaimana supaya celah-celah pada penyebarannya virus corona ini dapat kita cegah bersama,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palopo Drs.Firmanza DP, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab penyebaran virus corona.

Pertama, corona meningkat karena banyak orang tanpa gejala (OTG) atau saspek yang tidak terawat atau terlayani.

Solusinya adalah bagaimana caranya kita tunjuk satu rumah sakit atau puskesmas atau tempat tertentu untuk menampung semua pasien saspek maupun OTG agar bisa dirawat dengan baik.

Kedua, kesadaran masyarakat yang masih rendah, Dalam artian masih banyak orang yang saspek tetapi tidak mau tes swab.

Solusinya yakni perlu sosialisasikan yang lebih masif lagi kepada masyarakat, termasuk bekerja sama dengan aparat keamanan.

Ketiga, rumah sakit swasta bisa menyiapkan ruang-ruang khusus untuk menampung pasien yang OTG.

“Jangan sampai dia terombang-ambing dan keluar tidak tahu mau kemana, sehingga menyebar lagi Covid-19,” kata sekda.

Hadir Asisten III Setda Kota Palopo Dr. dr. HM. Ishaq Iskandar, M.Kes, Kadis Kesehatan Taufiq S.Kep.,Nrs.,M.Kes, dan undangan lainnya. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru