Minggu, Agustus 14, 2022

Pemkot Palopo, Kampus, dan Perwakilan Mahasiwa Bahas Penggalangan Dana di Jalan

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Walikota Palopo, Drs. H. Muh. Judas Amir, MH., yang didampingi Sekretaris Daerah Kota palopo, Firmanza, memimpin pertemuan dengan para pimpinan perguruan tinggi dan lembaga kemahasiswaan di Palopo.

Pertemuan yang digelar dalam rangka menyikapi gerakan sosial pengumpulan dana bantuan bagi korban bencana dan warga rentan sosial lainnya yang marak di jalan-jalan Kota Palopo itu berlangsung di ruang rapat pimpinan lantai III kantor Walikota Palopo, Selasa, 22 Desember 2020.

Walikota Palopo mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan rapat kordinasi bersama Forkopimda Kota Palopo pada 16 Desember 2020.

Pada saat itu, disepakati bahwa keberadaan meminta sumbangan dan penggalangan dana yang digelar di jalan itu akan dibicarakan lebih lanjut.

“Nah, inilah yang mendasari dilaksankan pertemuan ini, mencari solusi terbaik terkait ini,” kata walikota.

Walikota melanjutkan, keberadaan aksi penggalangan dana itu terkesan tidak lagi sekedar meminta sumbangan, tetapi sudah mengganggu ketertiban umum. Karena ada yang seenaknya memarkirkan kendaraannya di tengah jalan yang otomatis mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga lainnya.

Masih menurut walikota, sebenarnya banyak warga yang meminta kepadanya agar Pemkot Palopo langsung saja membubarkan aksi-aksi itu.

“Tapi tidak seperti itu. Inilah gunanya kita diskusi bersama, untuk kita pikirkan bersama, membicarakan dan mencari jalan terbaik,” katanya.

“Kita berbangga adik dan anak-anak kita punya kepekaan sosial untuk membantu saudara kita yang terkena musibah. Penggalangan dana (di jalan) itu bukanlah hal yang salah, tapi yang keliru adalah jika terjadi hal-hal yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat lainnya. Tidak boleh ada yang dilanggar dari aksi penggalangan dana itu,” ujarnya.

Perwakilan rektor IAIN Palopo mengungkapkan, tidak sedikit masyarakat yang  bersyukur adanya penggalangan dana kemanusiaan yang digelar kelompok mahasiswa maupun komunitas komunitas di jalan jalan.

Sebab, sangat membantu masyarakat yang tidak sempat menyalurkan bantuan secara langsung. Namun, disisi lain, kadang dengan aksi itu juga membuat kesal masyarakat dengan terganggunya kenyamanan pengguna jalan.

“Jadi kita harus menjalankan kegiatan sosial, tapi juga harus memperhatikan kepentingan sosial yang lain,” katanya.

Pada pertemuan itu disepakati bahwa penggalangan dana di jalan sah-sah saja, asal tidak ada yang dilanggar, seperti mengganggu ketertiban dan kepentingan masyarakat lainnya.

Pertemuan itu diikuti juga Asisten I Setda Palopo, Asisten III, kepala BPKAD, Plt. Kadis Sosial, Kaban Kesbangpol, Kasatpol PP, pimpinan perguruan tinggi, ketua/pengurus kelembagaan mahasiswa/organisasi kemahasiswaan Kota Palopo. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru