Kominfo Lutim Paparkan Inovasi untuk Keterbukaan Informasi Publik

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lutim, Masdin, memaparkan pelaksanaan keterbukaan informasi publik di daerahnya, Jumat (15/10/2020).

LUTIM, Linisiar.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Masdin didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Kasi Kemitraan Komunikasi dan Informasi Publik, Kasi Pengelolaan Informasi Publik serta beberapa staf, melakukan presentasi penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Kabupaten Lutim.

Presentasi ini dilaksanakan pada monitoring dan evaluasi (monev) pemeringkatan keterbukaan informasi badan publik tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Command Center, Gedung A lantai IV Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo No. 269, Makassar, Jumat (16/10/2020).

Di hadapan empat orang tim penilai yang berasal dari internal dan eksternal Komisi Informasi Sulsel, Masdin memaparkan dua fokus utama pada presentasinya yakni inovasi dan kolaborasi.

Inovasi mengenai pelayanan informasi publik tahun 2020 dan inovasi pelayanan informasi publik dalam masa pandemi Covid-19, manfaat dari inovasi bagi publik (masyarakat), serta strategi inovasi agar penerapannya efektif dan berkelanjutan.

Sementara untuk kolaborasi yang dilakukan oleh badan publik dengan badan publik lainnya dan/atau masyarakat dalam rangka melaksanakan keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan, terkait proses penyediaan informasi publik, proses pelayanan informasi publik, dan proses penyebarluasan informasi publik.

Masdin menguraikan, untuk inovasi pelayanan informasi publik tahun 2020, antara lain pembuatan website di setiap SKPD dan desa, penyediaan layanan internet bagi pemerintah desa, layanan internet di ruang publik di 12 titik, layanan dukcapil masuk desa, aplikasi antrian layanan kesehatan, dan yang terbaru aplikasi Lutim – TA.

“Kemudian untuk inovasi pelayanan informasi publik di masa pandemi berupa pembuatan website dan aplikasi Covid-19, infografis perkembangan Covid-19 setiap hari, pengurusan dokumen kependudukan melalui aplikasi  WhatsApp, dan aplikasi pendaftaran beasiswa gratis,” jelas Masdin.

Untuk menyebarluaskan informasi-informasi publik, mantan Camat Nuha ini mengatakan, telah berkolaborasi dengan 9 media cetak dan 23 media online.

Ada juga MoU dengan PT. Telkom terkait penyediaan sarana dan prasarana TIK, MoU penyebarluasan informasi dengan LKBN Antara, kerjasama dengan kelompok pegiat literasi dan kelompok informasi masyarakat (KIM).

Manfaat dari inovasi publik ini yakni publik dapat mengakses informasi yang dibutuhkan secara real time, memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan publik, publik dapat mengetahui program kerja Pemda Lutim, memberikan solusi dalam pemecahan masalah, serta memberikan kenyamanan dan kepastian hukum.

“Terakhir strategi yang kami terapkan agar inovasi ini berjalan efektif dan berkelanjutan, kami melakukan update data atau informasi secara berkala, sosialisasi kepada publik melalui berbagai saluran baik media massa maupun media sosial, dan melakukan kolaborasi dengan organisasi sosial,” tandas Masdin.

Merespon paparan Kadis Kominfo, tim penilai menitipkan beberapa pesan untuk PPID Lutim seperti pembuatan website khusus PPID Lutim yang bisa diakses publik, melengkapi daftar informasi publik berdasarkan kategori, SOP keterbukaan informasi publik, dan memaksimalkan fungsi gedung PPID untuk pelayanan informasi publik.

“Dengan potensi yang dimiliki Luwu timur saat ini baik dari sisi anggaran maupun sarana, kami berharap Lutim akan lebih maju lagi dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik,” kata Fauziah Erwin, ketua tim penilai dari Komisi Informasi Sulsel. (*)