MAKASSAR, LINISIAR.ID – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, dr. Fadli Ananda, meminta semua pihak memberi perhatian serius terhadap kabut asap yang melanda Sulsel.
Ia menyoroti konsentrasi partikulat PM2.5 di Makassar yang disebut mencapai 65 mikrogram per meter kubik.
Menurut Fadli, angka tersebut lebih dari empat kali lipat pedoman harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 15 mikrogram per meter kubik, jika pengukurannya merupakan rata-rata 24 jam.
“Kalau PM2.5 di Makassar mencapai 65 mikrogram per meter kubik, ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Risiko bagi Kesehatan
Dari perspektif kesehatan, Fadli menjelaskan bahwa konsentrasi tersebut tergolong tinggi.
Partikel polutan berukuran sangat kecil itu dapat masuk hingga bagian terdalam paru-paru, bahkan sebagian dapat masuk ke aliran darah.
Dampaknya, kata dia, tidak terbatas pada iritasi mata, batuk, atau sesak napas.
Paparan yang berulang atau berlangsung lama juga meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Ia menyebut kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan penyakit jantung.
Pencegahan Harus Jadi Prioritas
Fadli menegaskan, penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan setelah masyarakat jatuh sakit.
Menurutnya, upaya pencegahan melalui pengendalian sumber polusi, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan kelompok rentan harus menjadi prioritas.
“Udara bersih adalah kebutuhan dasar dan bagian penting dari hak masyarakat untuk hidup sehat,” katanya.
Saran bagi Warga
Fadli juga menyampaikan sejumlah saran bagi masyarakat:
• Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat tingkat polusi tinggi.
• Gunakan masker respirator yang pas saat harus berada di luar ruangan. Minimal masker biasa, namun N95 lebih disarankan.
• Lindungi kelompok rentan. (*)













