Ini Program Anir-Lutfi di Bidang Peternakan

PANGKEP, Linisiar.id – Salah seorang warga Kelurahan Attasalo, Kecamatan Ma’rang, Pangkep, Hanaya menyebut peternakan sapi di daerahnya belum maksimal. Hal ini disampaikan Hanaya, saat bersilaturahmi dengan calon Pilkada Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati, Kamis (1/10/2020).

“Peternakan sapi di sini belum optimal digerakkan. Dan butuh sentuhan lebih banyak dari pemerintah,” kata Hanaya kepada Anir, sapaan akrab Andi Nirawati.

Anir menanggapi, peternakan di Pangkep memang harus dikelola lebih baik lagi. Data yang diperoleh Anir, ada banyak hewan ternak di Pangkep yang mati.

“Saya sudah menjalin komunikasi dan kerjasama sama dengan salah satu dokter hewan. Kita akan mengasuransikan hewan ternak kita. Ketika mati akan diganti utuh satu ekor. Itu yang disubsidi pemerintah. Misalnya asuransinya Rp30 ribu, misalnya disubsidi pemerintah Rp20 ribu, kita tinggal tambah Rp10 ribu. Kalo mati sapi ta. Diganti utuh, harganya Rp 9 juta diganti Rp 9 juta,” ujar wanita kelahiran Labakkang, Pangkep ini.

Dia menambahkan, dibutuhkan pula perawatan untuk ternak-ternak sapi. Salah satunya penyuntikan vitamin bagi sapi.

“Nanti kita datangkan orangnya. Itu yang susah karena biasanya tidak digaji orang.
Artinya untuk tenaga medis, manusia maupun untuk hewan, itu sudah saya bicarakan akan kita adakan, kita siapkan dan diberikan insentif,” tambah alumni HMI Makassar ini.

Perawatan hewan ternak, penting menurut Anir. Jika hewan ternak sehat, maka mampu meningkatkan produktivitas peternakan.

“Biasanya kita ini dikasih makluk hidup dan tidak punya ilmunya, pasti habis, mati. Dalam artian kita bisa pelihara ayam, tapi tidak bisa mengobati ayam. Makanya itu, saya kalau beri bantuan ternak, harus saya siapkan dari pemeliharaan, membesarkannya, cara memasarkannya, itu baru sempurna kalau tidak itu yang terjadi,” kata perempuan tiga anak ini.

Anir juga menanggapi, terkait kekhawatiran warga, soal bantuan yang terkadang tidak tepat sasaran. Dia juga berharap, harus ada pengawasan dari masyarakat.

“Nanti kita juga ada sistem IT yang akan muncul. Semua program-program kita dan yang masuk terdata sebagai penerima akan muncul di sistem. Di sistem itu tidak bisa dimainkan di bawah karena yang pegang kita. Itu yang didrop,” pungkas politisi Gerindra ini. (*)