Jumat, Februari 26, 2021

FKJ: DPP-KB Palopo Gelar Safari KB pada Januari, Begini Tujuannya

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Kota Palopo menggelar rapat koordinasi untuk optimalisasi capaian akseptor KB pada lingkup Dharma Wanita (DW) Kota Palopo, di Auditorium Saokotae, Selasa (29/12/2020).

Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Palopo Farid Kasim Judas, SH., M.Si., MH menyampaikan, rapat dengan PKK dan Dharma Wanita Palopo ini untuk kolaborasi dimana data yang telah dapatkan sangat penting bagi organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut FKJ, sapaan akrab Farid Kasim Judas, pada Januari 2021 akan diadakan Safari KB yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kelurahan.

“Karena data yang telah didapatkan cukup signifikan dan untuk triwulan pertama sampai dengan Maret, kami sangat membutuhkan dukungan dari pengurus Dharma Wanita khususnya unit kerja untuk melakukan evaluasi di OPD masing-masing,” ujarnya.

Menurut FKJ, strategi yang akan dilakukan nantinya yang perlu difokuskan adalah melakukan edukasi yaitu memberikan pemahaman.

Paradigma BKKBN saat ini telah berubah berdasarkan regulasi atau peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang BKKBN. Tidak lagi mengatakan dua anak cukup.

“Tapi yang kita pahami bahwa esensi dari pada program Bangga Kencana adalah bertujuan menyehatkan dan mensejahterakan keluarga. Kita harapkan PNS menjadi pelopor Bangga Kencana di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Para lurah bersama UPT nantinya akan terus mengupdate data seberapa banyak PNS yang datang melaporkan dirinya akan menjadi akseptor.

Tidak hanya menjadi akseptor, tapi setelah menjadi akseptor kita akan membuat pembinaan anak remaja yang ada di lingkungan yaitu anak-anak PNS dan anak Dharma Wanita ini kita akan jadikan kelompok.

Kelompok ini nantinya dibuatkan edukasi dengan kegiatan yang positif. Mereka dibawa dalam satu kelas untuk diberikan edukasi agar mereka dapat menjadi contoh di tengah anak lainnya.

Kita tidak ingin anak pejabat atau anak Dharma Wanita terpengaruh oleh lingkungan yang negatif dan ini sebenarnya menjadi sasaran. Selain ibunya diperhatikan, anaknya juga dibina.

“Kita akan berikan narasumber yang memberikan pencerahan secara spiritual, pembinaan mental dan menyampaikan tentang bahaya narkoba, balap liar dan bahaya lainnya. Tapi target kita satu triwulan ini adalah akseptor terlebih dahulu,” katanya. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru