Rabu, Maret 3, 2021

FKJ Bahas Pentingnya 1.000 Hari yang Berkualitas bagi Anak

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Palopo menggelar Safari KB dengan mengusung tema “Mewujudkan Keluarga Berencana Balita dan Anak Sehat Sejahtera.” 

Kegiatan Safari KB dalam upaya pelaksanaan program Bangga Kencana dengan target 10.000 Akseptor KB tahun 2021.

Safari KB tersebut akan dilakukan secara bertahap di 9 kecamatan di Kota Palopo. Pertama kali dilaksanakan di Puskemas Benteng dan Puskesmas Pontap, Kecamatan Wara Timur, pada Kamis, 7 Januari 2021.

Kegiatan ini dihadiri Walikota Palopo HM Judas Amir, MH dan Ketua TP PKK Palopo, dr. Hj. Utiasari Judas, M.Kes.

Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kota Palopo, Farid Kasim Judas, SH.,M.Si.,MH dalam sambutannya menyampaikan, Safari KB tidak hanya mengajak masyarakat untuk memasang alat kontrasepsi.

Namun, juga ingin melihat kondisi masyarakat di Kota Palopo dan bagaimana masyarakat ditata kehidupannya, sehingga memiliki perencanaan kehidupan yang lebih baik lagi.

Selain itu, ditambahkan pula yang menjadi peserta Akseptor KB nantinya, BKKBN menyiapkan beberapa menu program yang akan disinergikan dengan OPD terkait.

“Setelah ibu-ibu menjadi peserta alat kontrasepsi, kita juga memiliki menu lain. Salah satunya melakukan integrasi program dengan Dinas Sosial. Bagaimana mendistribudikan bantuan kepada warga yang butuh bantuan sosial,” ujar FKJ dengan sapaan akrabnya.

Lanjutnya, Bangga Kencana merupakan program pemerintah yang sempurna karena men-cover orang yang baru lahir sampai dengan lansia.

Berbagai program yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB disampaikan pula.

Salah satunya juga yang telah dilakukan yaitu ‘Grebek Balita’ dengan memberikan bantuan kepada balita gizi kurang yang didata dari PLKB dan Sub BBKBD.

Dengan program ‘Grebek Balita’ maka balita tidak hanya dberikan bantuan berupa sembako dan susu formula. Tetapi juga pihaknya akan terus mengawasi perkembangan balita gizi kurang tersebut yang telah diberikan bantuan.

“Saya tidak akan tidur jika masih ada balita yang gizi kurang,” terangnya.

FKJ juga menyampaikan pentingnya memahami 1.000 hari kehidupan dimana 1.000 hari yang berkualitas dan menentukan.

“Karena dalam 1.000 hari itu 70% otak daripada balita itu melakukan pembentukan,” jelasnya.

Masa 1.000 hari pertama kehidupan dimulai sejak pertama kali terjadinya pembuahan atau terbentuknya janin dalam kandungan, hingga buah hati berusia 2 tahun.

Momen ini merupakan waktu tepat untuk membangun fondasi kesehatan jangka panjang.

Pada acara ini, FKJ juga memberikan bingkisan ke peserta Akseptor KB. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru