Senin, Maret 1, 2021

Dipusatkan di Luwu Utara, Pejabat Pemkot Palopo Ikuti Peringatan Hari Jadi Luwu

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo mengikuti peringatan Hari Jadi Luwu ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75 secara virtual di Rujab Walikota Palopo, Sabtu, 23 Januari 2021.

Peringatan Hari Jadi Luwu ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75 yang jatuh pada tanggal 23 Januari 2021 tahun ini dipusatkan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyampaikan, Peringatan Hari Jadi Luwu ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75 kali ini dilaksanakan secara sederhana, karena mengingat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir.

Bahkan terus meningkat kasus positif dibandingkan sebelumnya. kondisi juga ini mengakibatkan upacara dan ritual adat lainnya yang biasanya digelar, tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Meskipun demikian bahwa kemeriahan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan kali ini, kita pindahkan ke diri masing-masing yang ditunjukkan secara kualitas,” kata Indah.

“Simbol-simbol di Tana Luwu selalu ditandai dengan tiga hal, yang pertama payung, kedua badik. dan yang ketiga adalah pohon sagu,” sambungnya.

Ketiga simbol ini memiliki makna seperti payung dititipkan kepada jajaran pemerintahan daerah se-Tana Luwu untuk senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat yang ada di Tana Luwu

“Sering disimbolkan bahwa ketika masyarakat kita di musim hujan dipastikan masyarakat kita tidak kehujanan dan ketika di musim panas mereka tidak kepanasan. Tentu ini mengandung kesan yang sangat mendalam,” tambahnya.

Kemudian badik menjadi simbol bahwa dalam jiwa setiap orang Luwu terdapat nilai atau jiwa kesatria dengan senantiasa menjunjung tinggi harkat, martabat, dan harga diri.

Sedangkan pohon sagu tumbuh dalam iklim ekstrim sekalipun serta hidup berumpun, menunjukkan bahwa Tana Luwu ini tidak akan pernah kekurangan pangan.

Sekaligus menunjukkan bahwa orang Luwu memiliki ikatan emosional dan rasa kebersamaan yang sangat tinggi.

“Orang Luwu mengedepankan agama, terkenal dengan budaya dan kearifan lokalnya. Teguh memegang komitmen dan ulet dalam bekerja dan berusaha,” katanya.

“Keempat poin itulah yang menjadi modal utama bagi kita untuk bersatu membangun Tana Luwu berlandaskan kearifan lokal”.

Peringatan yang dilaksanakan setiap tahunnya ini adalah momentum untuk mengenang nilai-nilai sejarah perjuangan rakyat Luwu, sekaligus mengingat kembali akan kebesaran kerajaan Luwu di masa silam.

Sambutan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, selamat Hari Jadi Luwu ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75 kepada seluruh masyarakat di Tana Luwu.

Kita ketahui bahwa peringatan ini dilaksanakan dengan begitu sederhana, karena kita masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19.

Wagub juga menyampaikan untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Setelah divaksin, bukan berarti kita tidak lagi memakai masker, tapi tetapi menjaga protokol kesehatan.

Hadir Walikota Palopo Drs. H.M. Judas Amir, MH, Kepala Inspektur Kota Palopo Asir Mangopo, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palopo, Drs. H. Burhan Nurdin, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palopo Dr. dr. HM. Ishaq Iskandar, M.Kes, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palopo Wahyudin. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru