JAKARTA, LINISIAR.ID – Masyarakat Indonesia perlu mewaspadai potensi kenaikan harga barang dan kelangkaan bahan bakar menyusul memanasnya suhu politik di Timur Tengah.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), memperingatkan bahwa gangguan pada jalur logistik dan pasokan energi global bisa berdampak langsung pada kantong warga jika konflik tersebut terus berlarut.
Saat ditemui di kediamannya di Jakarta pada Minggu (01/03/2026), Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dari kawasan tersebut. JK mengungkapkan kekhawatirannya akan terjadinya kelangkaan energi dalam waktu dekat.
“Pertama tentu harga akan naik. Logistik antara Timur Tengah dan Indonesia bisa terputus,” ujar JK di tengah momentum bulan suci Ramadan. Ia menambahkan bahwa rata-rata cadangan energi nasional saat ini diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar tiga minggu ke depan.
Selain sektor energi, sektor perdagangan luar negeri juga terancam. Ketidakpastian global yang meningkat akibat serangan yang melibatkan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Iran, dinilai dapat menghambat arus ekspor Indonesia menuju pasar Eropa.
Melihat dinamika politik di Iran pascawafatnya pemimpin tertinggi mereka, JK menilai situasi kawasan semakin pelik. Belum lagi konflik berkepanjangan yang masih melanda negara-negara seperti Afghanistan, Pakistan, Suriah, hingga Yaman.
“Dari segi etik, jika sedang berunding seharusnya tidak ada serangan. Ini keadaan yang sangat memprihatinkan bagi kita semua,” tegasnya menanggapi serangan yang terjadi di tengah upaya diplomasi.
Meski dunia internasional sedang bergejolak, JK mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap bersyukur atas stabilitas keamanan di dalam negeri.
Namun, ia memberikan catatan keras kepada pemerintah agar terus menjaga keadilan dalam setiap kebijakan. Menurutnya, ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sosial adalah api dalam sekam yang bisa memicu gejolak internal.
“Kita bersyukur Indonesia aman dibandingkan banyak negara Islam lain. Karena itu harus kita jaga, jangan sampai terjadi konflik di antara kita,” pungkasnya seraya berharap jalur diplomasi segera mengakhiri ketegangan global ini.












