JAKARTA, Linisiar.id – Angka pertambahan kasus baru positif corona di Indonesia masih tinggi, terutama pada beberapa daerah tertentu.
Belakangan ini, muncul pula kekhawatiran baru mengenai orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 atau asimptomatik. Pasalnya, ancaman OTG agak sulit terdeteksi.
Dikutip dari CGTN, pasien OTG karena virus corona adalah orang yang dites positif dalam tes asam nukleat atau antibodi tetapi belum mengalami gejala apa pun, seperti demam, batuk, dan kelelahan.
Jenis kasus ini kemungkinan besar akan timbul dari kontak dekat dengan pasien covid-19 yang dikonfirmasi anggota keluarga itu.
Mereka tidak akan muncul entah dari mana di daerah yang belum pernah terkena pandemi. Pertanyaan paling penting tentang pasien OTG adalah, apakah mereka menularkan? Menurut pemantauan dan penelitian saat ini, pasien OTG Covid-19 dapat menular.
Secara umum, ada dua jenis pembawa asimptomatik atau OTG yakni:
1. Orang yang tidak mengembangkan gejala yang dapat dikenali secara klinis setelah 14 hari pengamatan medis.
2. Orang yang telah dites positif tanpa gejala, tetapi kemudian mengembangkannya.
Sekarang, Anda mungkin bertanya karena tidak ada gejala, bagaimana saya tahu jika saya adalah OTG Covid-19?
Meskipun pengujian asam nukleat saat ini merupakan cara utama untuk mengidentifikasi pasien asimptomatik dari covid-19, Anda dapat memeriksa sendiri.
Sebagai catatan, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika tidak memenuhi kondisi berikut:
1. Bepergian ke daerah epidemi dalam dua minggu terakhir
2. Melakukan kontak dengan pasien yang dikonfirmasi atau dicurigai terpapar virus corona dalam dua minggu terakhir
3. Ada pasien yang terinfeksi di dalam keluarga Anda
Namun jika Anda termasuk dari tiga poin tersebut, Anda harus melapor ke fasilitas medis terdekat dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Lakukanlah isolasi mandiri bahkan jika Anda tidak memiliki gejala. Ketahuilah bahwa kontak dekat pasien tanpa gejala juga membutuhkan 14 hari isolasi.
Beberapa ahli percaya bahwa karena tidak adanya gejala seperti batuk dan bersin, kemungkinan penularannya relatif lebih rendah daripada dari pasien covid-19 yang terkonfirmasi.
Tetapi itu tidak berarti Anda harus lengah, karena berbicara dan bernapas juga dapat mengeluarkan virus.
Sama seperti mencegah penyakit pernapasan lainnya, Anda dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari infeksi.
Caranya cukup mudah, dengan mengenakan masker, sering mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain.
Anda juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.
Hanya beberapa OTG yang berkembang menjadi kasus yang terkonfirmasi, sebagian besar akan sembuh sendiri. Karena itu, jangan terlalu khawatir, namun tetap waspada. Sebab, dengan perlindungan yang tepat kemungkinan terinfeksi Covid-19 sangat rendah. (*)













