Bapenda Palopo: Penerimaan Oktober Menggembirakan, Termasuk dari Pajak Restoran

Kepala Bapenda Kota Palopo, Abd Waris

PALOPO, Linisiar.id – Pandemi Covid-19 betul-betul memukul semua aspek kehidupan, terutama sektor ekonomi.

Namun, belakangan ini, geliat ekonomi sudah mulai terasa, termasuk di Kota Palopo.

Sambil tetap menerapkan protokol kesehatan, aktivitas warga semakin tinggi yang juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat dan pemasukan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo.

Mulai membaiknya perekonomian di Kota Palopo dibenarkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palopo, Abd Waris, belum lama ini.

Menurut Waris, dalam tiga bulan terakhir, yakni Agustus hingga Oktober, volume perdagangan utamanya di sektor barang dan jasa serta manufaktur menunjukkan kenaikan penerimaan yang menggembirakan.

Ia menjelaskan, variabel atau indikasi membaiknya perekonomian Kota Palopo dapat terlihat dari meningkatnya penerimaan pada sektor pajak.

Waris mengemukakan, koreksi positif perekonomian di Palopo tercermin dalam transaksi pajak dan retribusi daerah. Maksudnya, semakin baik perekonomian, maka penerimaan pajak dan retribusi juga meningkat.  

Menurut data Bapenda Palopo, penerimaan pada Oktober 2020 sebesar Rp3.644.926.194. Jika dipersentasi untuk realisasi target, maka sudah mencapai angka  80,17 persen.

Penerimaan sebesar Rp3.644.926.194 pada Oktober 2020 antara lain dari sektor pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Penyumbang terbesar lainnya yakni dari sektor Pajak Penerangan Jalan PLN yang besarnya mencapai Rp1.054.505.857.

Kemudian penyumbang penerimaan pajak terbesar ketiga pada periode Oktober adalah sektor Pajak Restoran yang besarnya Rp687.538.923.

Cukup besarnya penerimaan pajak restoran sangat menggembirakan, mengingat selama pandemi Covid-19, restoran dan sejenisnya sangat terdampak karena pengunjung sepi.   

Begitu juga penerimaan Bapenda Palopo dari sektor PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Untuk bulan Oktober 2020 saja, penerimaan dari PBB mencapai Rp589.234.377.

Sedangkan total target yang dicanangkan Bapenda Palopo dari PBB sebesar Rp3.769.000.000.

Penerimaan Oktober sebesar Rp3,6 miliar itu naik cukup tajam dibandingkan penerimaan Agustus Rp2.493.578.486 dan September sebesar Rp3.248.296.837.

Abd Waris berharap, tren positif perekonomian Palopo terjaga hingga akhir tahun atau sepanjang November hingga Desember 2020, sebelum tutup buku.

Ia menambahkan, tahun 2020 penuh tantangan karena pandemi Covid-19. Namun, tetap optimistis karena pemerintah pusat sudah memberikan beberapa stimulus untuk menggerakkan perekonomian, termasuk di daerah-daerah.

Beberapa kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat, antara lain subsidi gaji karyawan berpenghasilan Rp 5 juta kebawah.

Ada pula bantuan langsung tunai untuk warga dan bantuan presiden (banpres) produktif bagi pelaku UMKM. (*)