Hadiri Campus League, Ketum PBTI Tegaskan Komitmen Pembinaan Atlet Muda

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mengakselerasi pembinaan atlet usia muda di kawasan Indonesia Timur.

Rangkaian agenda pimpinan tertinggi taekwondo nasional tersebut diawali dengan prosesi pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan masa bakti 2026-2030 yang dinakhodai oleh Adnan Purichta Ichsan.

Usai memimpin jalannya pelantikan, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon langsung bertolak menuju GOR JK Arenatorium Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Makassar, untuk menghadiri perhelatan Campus League Taekwondo yang diikuti sekitar 1.400 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia Timur.

Kunjungan Ketum PBTI bersama jajaran PBTI dan Pengprov TI Sulsel ke perhelatan liga mahasiswa itu dilakukan selepas merampungkan agenda pelantikan Pengprov TI Sulsel di Hotel Unhas. Kehadiran orang nomor satu di tubuh PBTI tersebut disambut meriah oleh mahasiswa yang tengah berlaga di GOR JK Arenatorium Unhas.

Kejuaraan Liga Mahasiswa Taekwondo ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Indonesia Universitas Hasanuddin bersama PBTI dan Pengprov TI Sulsel. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak 23 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen tersebut tercatat melibatkan sekitar 1.400 atlet mahasiswa yang datang dari berbagai kampus di wilayah Indonesia Timur.

Jenderal TNI Richard T.H. Tampubolon, menegaskan, bahwa kehadirannya secara langsung di arena pertandingan merupakan wujud dukungan penuh PBTI terhadap proses pengkaderan generasi muda melalui cabang olahraga taekwondo.

“Kami dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia hadir langsung di tengah-tengah rekan-rekan mahasiswa hari ini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengkaderan generasi muda melalui taekwondo.”

“Antusiasme luar biasa dari 1.400 peserta se-Indonesia Timur di Universitas Hasanuddin ini membuktikan bahwa gairah olahraga bela diri di kalangan intelektual muda kita sangat tinggi,” ungkap Jenderal TNI Richard di sela-sela peninjauan pertandingan.

Lebih lanjut, Jenderal TNI Richard T.H. Tampubolon menilai kompetisi antarmahasiswa memegang peran vital dalam rantai pembinaan prestasi nasional. Menurutnya, bakat-bakat besar di lingkungan kampus membutuhkan panggung kompetisi yang terstruktur agar kemampuan teknis maupun mental bertanding mereka terus terasah.

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen berskala besar ini. Diharapkan melalui turnamen seperti Liga Mahasiswa ini, para mahasiswa yang memiliki bakat bela diri, khususnya di cabang olahraga taekwondo, memiliki sarana yang tepat dan positif dalam menyalurkan minat serta bakat mereka,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa taekwondo bukan sekadar olahraga pencapaian medali, melainkan instrumen pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa sportivitas bagi generasi penerus bangsa.

“Dari matras kejuaraan mahasiswa seperti inilah kita menjaring bibit-bibit petarung masa depan sekaligus membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berintegritas. Saya berharap ajang ini terus berlanjut secara berkesinambungan dan bersinergi dengan Pengprov TI Sulsel yang baru saja dilantik, sehingga ekosistem pembinaan taekwondo di kawasan Indonesia Timur semakin maju,” tutup Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

Sebelumnya, dalam prosesi pelantikan Pengprov TI Sulsel, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon juga menekankan pentingnya soliditas organisasi, pembenahan sistem pembinaan berjenjang berbasis sport science, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit di daerah.

Ia percaya kepengurusan di bawah kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan mampu melahirkan terobosan nyata dalam mencetak atlet-atlet berdaya saing tinggi.

“Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya manusia dan tradisi bela diri yang sangat kuat. Dengan dilantiknya kepengurusan Pengprov TI Sulsel di bawah kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan, saya berharap roda organisasi bergerak lebih cepat, solid, dan terukur. Pengprov harus hadir membina klub-klub dan dojang hingga ke akar rumput agar lahir atlet-atlet unggulan yang tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tetapi juga mampu mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional,” ujar Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

Sementara itu, Ketua Pengprov TI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan program pusat PBTI. Ia berkomitmen memperbanyak jam terbang atlet daerah melalui kejuaraan rutin serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan dan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *