MAKASSAR, LINISIAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat penerapan sistem merit dalam birokrasi melalui pengembangan manajemen talenta bagi aparatur sipil negara (ASN).
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah kepala daerah dari kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari penguatan implementasi sistem manajemen talenta bagi pejabat eselon dan ASN di tingkat provinsi maupun daerah.
Penerapan sistem itu diharapkan mampu memperkuat birokrasi berbasis merit system, kompetensi, serta kinerja aparatur pemerintahan.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan bahwa manajemen talenta menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian visi dan misi pemerintah pusat maupun daerah.
“Bagaimana kabupaten/kota kita juga mengikuti sistem penerapan manajemen talenta secara penuh. Sistem ini sangat bagus karena mempercepat pelaksanaan visi misi Bapak Presiden di daerah maupun di provinsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem tersebut dapat mempermudah proses penempatan dan pengembangan ASN karena dilakukan berdasarkan kemampuan dan kapasitas kerja masing-masing pegawai.
“Dengan adanya sistem ini, kita bisa lebih cepat memilih orang-orang yang bekerja efektif dan mampu menjalankan program dengan baik,” jelasnya.
Andi Sudirman juga berharap kegiatan ekspose tersebut mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada pemerintah daerah terkait pentingnya penerapan manajemen talenta.
Menurutnya, kehadiran Kepala BKN RI dalam kegiatan itu menjadi penguatan sekaligus motivasi bagi seluruh peserta yang hadir.
“Kita berharap ekspose manajemen talenta ini memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah, apalagi langsung mendapat penguatan dari Bapak Kepala BKN,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menerapkan sistem manajemen talenta secara penuh bagi pejabat dan ASN.
“Ada dua apresiasi kami kepada Sulsel. Pertama, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan generasi pertama di Indonesia tengah dan timur yang menerapkan manajemen talenta,” ungkap Prof Zudan.
Ia menilai keberhasilan Sulsel tidak hanya terlihat dari implementasi di tingkat provinsi, tetapi juga dari kemampuan menggerakkan pemerintah kabupaten dan kota untuk ikut menerapkan sistem tersebut.
Prof Zudan menyebut sebanyak 11 kabupaten/kota telah mengikuti ekspose manajemen talenta tahap pertama sebagai bagian dari percepatan implementasi di daerah.
“Artinya hampir 50 persen sudah siap menerapkan sistem ini. Tidak banyak provinsi yang mampu seperti Sulsel dalam memahami pentingnya manajemen talenta,” jelasnya.
Menurut Prof Zudan, penerapan manajemen talenta menjadi strategi penting dalam menyiapkan kader ASN terbaik guna mendukung percepatan pencapaian visi dan misi kepala daerah.
“Dengan manajemen talenta, visi misi kepala daerah bisa lebih cepat tercapai karena dijalankan oleh kader-kader terbaik. Ke depan, kalau sistem ini sudah matang, maka mencari kader pemimpin birokrasi akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sulsel yang telah menjalankan sistem manajemen talenta untuk pejabat eselon II, III, dan IV sepanjang 2025 hingga awal 2026.
“Untuk Sulsel, penerapan pada pejabat eselon II, III, dan IV sudah berjalan dan berhasil. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel atas komitmennya ini bisa jadi contoh bagi daerah lain,” tutupnya.












