Metro  

Gubernur Sulsel Minta Ketua PWI Netral Politik

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menerima audiensi pengurus PWI Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima audiensi pengurus PWI Sulsel bersama sejumlah perwakilan panitia konferensi di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (29/04/2026).
Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudiman Sulaiman, menegaskan kepada jajaran pengurus PWI Sulsel agar dalam menentukan calon ketua ke depan tidak memiliki keterikatan dengan partai politik.

Menurut Andi Sudirman, khusus di wilayah Sulsel, PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk membesarkan organisasi serta memiliki waktu yang cukup untuk mengurusnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, saat menerima audiensi rombongan Plt Ketua PWI Sulsel yang dipimpin H. Zulkifli Gani Ottoh bersama wartawan senior Ronald Ngantung, Plt Bendahara Panitia H. Rukman Nawawi, Sekretaris Steering Commeetee (SC) H. Manaf Rachman, dan Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) H. Ismail Sellery di ruang pertemuan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (29/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulsel yang didampingi Plt Kadis Kominfo-SP Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para jurnalis yang dinilai berperan dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sulsel, terutama dalam publikasi pembangunan fisik di berbagai daerah.

Meski demikian, Andi Sudirman juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah pemberitaan media yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan cenderung menyebarkan informasi hoaks.

“Terus terang, saya kadang menghindari membaca berita-berita yang tidak jelas sumbernya, karena berita yang ditampilkan cenderung memuat berita-berita hoaks,” ujar Andi Sudirman di hadapan pengurus PWI Sulsel.

Menanggapi hal tersebut, Plt Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dibekali tiga identitas, yakni kartu pengenal media, kartu anggota PWI, serta kartu lulus uji kompetensi dari Dewan Pers.

Ia menambahkan, apabila terdapat wartawan yang menghasilkan karya jurnalistik tidak sesuai standar, maka pihak pemerintah dapat mengajukan keberatan dan menggunakan hak jawab kepada media bersangkutan.

”Kalau berita tersebut terbukti ada pelanggaran berat terhadap kode etik jurnalistik, maka Dewan Pers bisa mencabut kartu kompetensinya, dan secara otomatis hak kewartawannya dicabut,” ujar Zugito sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh.

Zulkifli juga mengingatkan Gubernur Sulsel agar dalam menjalin kerja sama dengan media memperhatikan aspek legalitas, mengingat Dewan Pers mensyaratkan perusahaan media berbadan hukum, terverifikasi, serta wartawannya telah lulus uji kompetensi.

Pada akhir pertemuan, Zulkifli Gani Ottoh menyampaikan rencana pelaksanaan pemilihan Ketua PWI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026, dan Gubernur menyatakan kesiapannya untuk hadir sekaligus mendukung pelaksanaan konferensi tersebut. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *