MAKASSAR – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, mengunjungi SMK Negeri 10 Makassar pada Jumat pagi (25/7). Kunjungan ini disambut antusias oleh jajaran guru dan siswa, serta diwarnai kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 10 Makassar menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Menteri Mu’ti. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya kini memiliki lebih dari 1.400 siswa dengan sembilan konsentrasi keahlian, serta menjalin kemitraan aktif dengan sejumlah industri besar seperti PT Samsung, PT Telkomsel, dan Honda Astra.
“Senam pagi bersama Pak Menteri menjadi momen berharga yang membangkitkan semangat kebersamaan dan motivasi siswa,” ujarnya.
Dalam arahannya, Menteri Mu’ti menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif dan karakter kuat sejak dini. Ia mengajak siswa untuk menjalani hari-hari dengan semangat dan kegembiraan, sebagai sumber energi positif dalam meraih cita-cita.
“Kebahagiaan melahirkan semangat. Dari semangat itulah muncul motivasi untuk menjadi lebih baik dan menginspirasi orang lain,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya soft skills abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan. Menurutnya, keterampilan tersebut akan memperkuat daya saing lulusan SMK di dunia kerja.
Guru Bahasa Inggris SMKN 10, Eli, menambahkan bahwa kegiatan senam pagi berdampak positif terhadap kesiapan belajar siswa. Ia berharap program ini bisa menjadi bagian tetap dalam kurikulum sekolah.
“Ini bukan sekadar aktivitas fisik, tapi langkah awal membentuk karakter dan gaya hidup sehat. Kami ingin ini berlanjut sebagai pondasi menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Kunjungan Menteri Mu’ti ke SMKN 10 Makassar menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun pendidikan yang holistik—menggabungkan keterampilan teknis, karakter, kesehatan, dan kepedulian sosial. (*)












